Kamis, 21 April 2011

Cegah Pencurian, Semua Candi Akan Dipasang CCTV


Pemerintah Jawa Tengah menanggapi serius pencurian arca yang dijual kepada kolektor asing. Mereka pun berencana memasang closed circuit television atau CCTV pada candi-candi bersejarah.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Jawa Tengah, Gutomo (53), saat dihubungi Okezone, Kamis, (21/4/2011).
“Untuk mengatasi permasalahan pencurian arca ini, ke depannya kami akan memasang CCTV terutama candi-candi yang penting,” katanya.
Mereka juga akan meningkatkan penjagaan dengan menggunakan satpam, peninjauan langsung ke lapangan, pembinanan langsung kepada satpam, dan menambah penerangan pada candi-candi yang mempunyai nilai sejarah tinggi.
Gutomo mengatakan selama ini banyak arca dari beberapa candi seperti Plason Utara, Cetok, Bima Dieng, dan lain-lain banyak diperjualbelikan kepada kolektor.
“Banyak para pencurian candi itu menjual hasil curiannya kepada kolektor asing. Seperti pada tahun 80 an  Candi Cetok karang anyar yang candinya hilang diperjualbelikan ke kolektor di Singapura,” ungkap Gutomo.

Arkeolog Paling Banyak Jual Arca Borobudur Cs


Arkeolog ternyata merupakan pihak yang paling banyak mencuri dan memperjualbelikan arca-arca dari candi bersejarah di Tanah Air.
Hal tersebut diungkapkan Junus Satrio Atmodjo, Direktur Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dalam jumpa persnya di Yogyakarta, Rabu (20/1/2011).
“Memang banyak arca yang hilang ditangan warga negara itu sendiri. Dan banyak menjual arca atau peninggalan sejarah adalah arkeolog,” ungkapnya.
Kebanyakan arca tersebut dibawa ke Bali untuk dijual secara ilegal kepada turis-turis asing di sana dengan harga tinggi. Untuk melakukan pencegahan itu, pemerintahpun bekerjasama dengan bea cukai.
“Untuk itu kami berkoordinasi dengan pihak bea cukai untuk lebih memperhatikan peninggalan sejarah lewat pintu keluar bandara dan pelabuhan,” ujarnya.

Berburu Ikan Paus di Lamalera, Pulau Lembata


ANGIN berderu di hadapan Laut Sawu yang selalu dilalui paus sperma (Physeter macrocephalus). Para pemburu paus mengepulkan asap rokok dari mulutnya yang segera hilang diterpa angin.
Kotoklema, paus sperma, tak lama akan menjadi objek keramaian bagi masyarakat Desa Lamalera, Pulau Lembata atau Pulau Lomblen, dan turis asing yang sabar menanti berhari-hari.
Seorang Peneliti Universitas Oxford, R.H. Barnes menuliskan penelitiannya dalam sebuah buku laris, “Sea Hunters of Indonesia: Fisher and Weavers of Lamalera” tahun1996. Lamalera berasal dari bahasa lokal yang berarti cakram matahari.
Desa Lamalera yang bersuku Lamaholot dibina di antara bukit batu dan cadas Kabupaten Pulau Lembata yang menganga ke Laut Sawu di hadapannya. Seorang lamafa, juru tikam yang memimpin kawanan matros atau pendayung, siap memberi aba-aba meluncurkan peledang, perahu penangkap paus yang khusus dibuat. Para nelayan dan turis menunggu seseorang menyerukan Baleo! Baleo! Itulah pertanda ikan paus muncul di permukaan di antara bulan-bulan penangkapan, yaitu Mei dan Oktober.

Kebiasaan memburu paus sudah dimulai sejak abad ke-17 atau mungkin ke-16. Catatan Portugis menyebutkan adanya masyarakat di Lembata yang mencari paus dengan cara tradisional. Di Lamalera ada 15 klan keluarga dengan tradisi ini, lengkap dengan rumah adat, rumah perahu atau najeng, dan tale leo atau tali penangkap paus.
Ikan Paus Sperma adalah buruan satu-satunya yang dijalankan masyarakat Lamalera Atas ataupun Lamalera Bawah. Ikan paus biru (Balaenoptera musculus) pun sering berlalu di hadapan mereka sebagai mamalia air terbesar yang ada (cetacean). Namun paus itu tak pernah diburu, karena selain untuk menjaga kelestarian satwa laut besar ini, tradisi menyebutkan bahwa Lamalera dan Lembata pada umumnya pernah diselamatkan paus biru dulu kala.
Pantangan lain bagi mereka selain membunuh ikan paus biru, ialah membunuh paus sperma betina yang sedang hamil, anak paus, dan paus yang sedang dalam suasana kawin. Kepekaan terhadap kondisi ini hanya dapat diturunkan oleh klan-klan yang ada di Lamalera. Sayang, sekarang pantangan ini terkadang diabaikan.
Secara tradisi, ikan paus yang didapat dikonsumsi untuk masyarakat desa dan tidak melebihi dari kebutuhan hidup secara keseluruhan secara sosial. Terkadang jumlah paus yang ditangkap berfluktuasi sesuai ketersediaan dan keperluan masyarakatnya. Kadang setahun hanya ada 4 paus dan kadang dapat mencapai 56 paus, jumlah tertinggi yang diraih pada tahun 1969. Seorang ahli biologi kelautan menyebutkan bahwa fluktuasi tergantung dari pola meteorologist dan pola populasi paus tersebut.
Kebiasaan kotoklema yang digelar hanya antara Mei dan Oktober dikhawatirkan akan sirna oleh gerusan modernisasi dan juga celah yang timbul dari upaya konservasi dan pendekatan adat di sana. Tahun 2009, pemburuan kotoklema dicetuskan menjadi sebuah festival agar tradisi ini dapat bertahan. Festival Baleo akhirnya dikenal dari tahun ke tahun.
Saat festival, pakaian adat dikenakan. Tambangnya asli terbuat dari daun sawu, dan di awal Mei, sebuah lefa, upacara adat yang juga disebut iyegerek, dilaksanakan sebagai pembukaan baleo. Satu peledang diisi oleh 7 orang matros, dan seorang lamafa atau balafaing, sang penghujam harpoon tangan yang tajam, yang disebut secara tradisonal sebagai tempuling.
Pemburuan dapat memakan waktu berjam-jam. Saat paus nampak, matros akan mengayuh dayung ke arah paus sasaran. Lamafa segera menghujamkan tempuling ke jantung sang paus, tiga hingga empat kali sampai paus letih kehabisan darah. Hujaman pertama dapat sangat berbahaya bagi seluruh awak, karena paus akan menerjang, bergeliat kesakitan dan menghancurkan segala yang ada di dekatnya.
Tak heran festival ini begitu sangat berharga bagi wisatawan, selain menangkap nyale, cacing laut, melihat pasola yang juga melibatkan lembing, dan terkadang darah. Nusa Tenggara Timur memang kaya akan budaya tereksotis di negeri Indonesia, termasuk tarian yang juga mengundang decak kagum para insan perfilman seperti Tari Caci yang gagah berani.

Retak Bekas Gempa, Prambanan Dipugar Lagi


Sejak diterpa gempa pada tahun 2006 candi Prambanan sebagai salah satu warisan budaya dunia banyak mengalami keretakan pada banyak bagian. Untuk itu pemugaran pun dilakukan.
Pemugaran bertujuan untuk mengembalikan keaslian bentuk cagar budaya dan memperkuat strukturnya yang dipertanggungjawabkan dari segi sejarah, arkeologis, dan teknis upaya pelestarian benda. 
Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, Trihartono, mengungkapkan karena mengalami banyak keretakan bahkan hingga berongga 2-5 cm. Untuk itu kami melakukan penelitian kontruksi bahan bangunan candi, Jangan sampai langkah pemugaran justru merusak struktur candi.  
"Kini kami mencari metode yang tepat untuk pemugaran Candi Prambanan yang terdiri dari 240 baik kecil dan besar. Di tempat tersebut Candi Siwa-lah yang terparah, karena mengalami ratusan retakan. Langkah saat ini adalah injeksi bagian dalam candi. Dibutuhkan waktu 8 tahun untuk renovasi. Ini bisa lama karena kami kesulitan melepas kontruksi candi dan meneliti bagian dalam. Ini dilakukan agar nilai candi tidak berkurang," ungkap Tri saat ditemui okezone, Selasa, (19/4/2011). 

Sebagai langkah awal saat ini Candi Siwa ditutup untuk umum, karena bagian bawah candi sisi halaman satu atau selatan, mengalami keretakan dan melakukan pengeleman keretakan batu atau lebih dikenal dengan di-wax.
Trihartono menambahkan, karena bahan bangunan sangat rekat sekali dan belum diketahui teknik dan cara memisahkan batu-batu yang telah menjadi satu kesatuan. Maka apabila dilakukan pemugaran total sulit untuk dilakuan. Sementara pemugaran dengan cara pembongkaran sebagianlah yang dianggap paling memungkinkan.   
"Sampai saat ini kami masih mencari metode lain untuk yang terbaik untuk menghadapi retakan. Kami tak berani simpulkan berapa persen kerusakannya, karena belum tahu situasi dan kandungan di dalam candi," tutupnya.

Pariwisata Yogyakarta Kembali Menggeliat


Pasca gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi obyek wisata di Yogyakarta kembali menggeliat.
Hal tersebut Nampak dari melonjaknya pengunjung Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Kepala Museum Benteng Vredeburg, Sri Ediningsih, mengaku setelah terjadinya gempa bumi dan erupsi gunung merapi kunjungan wisatawan yang datang sempat mengalami penurunan pada 2 bulan setelah bencana, namun setelah itu mengalami peningkatan.
“Gempa bumi dan Erupsi Merapi ini awalnya sepi pengunjung. Ini terjadi sekitar dua bulan setelah tragedi bencana. Namun sekarang sudah terlihat wisatawan yang mengagendakan berkunjung mengalami peningkatan,” ungkap Sri Ediningsih, Selasa (19/4/2011).
Edingingsih menyatakan ini terlihat kunjungan wisatawan yang datang ke Museum Benteng Vredeburg tahun 2009 sebesar 103 pengunjung mengalami peningkatan di tahun 2010 sebesar 163 pengunjung.

Meski demikian, Ediningsih, optimis dengan pencapaian kunjungan wisatawan yang berkunjung tahun 2011 yang diagendakan sebesar 180 pengunjung. Karena angka kunjungan yang datang setiap tahunnya mengalami peningkatan.
"Untuk mencapai target kunjungan sebesar 180 pengunjung. Museum Benteng Vredeburg mengadakan sejumlah acara seperti Kemah Budaya yang melibatkan 260 peserta sekolah pilihan pada 22 sampai 24 Juli 2011 dan pameran museum di Yogya," tutupnya.

Memancing di Pulau Kubur


KUBURAN biasanya identik dengan mayat dan lokasi yang menyeramkan. Tapi tidak demikian dengan Kubur yang satu ini. Pulau Kubur merupakan salah satu tempat yang kaya akan biota lautnya, bak surganya para pemancing.
Pulau yang indah ini terletak di daerah pesisir Kota Bandar Lampung, tepatnya di daerah Kecamatan Telukbetung Barat. Pulau Kubur adalah ibu kotanya Kecamatan Telukbetung Barat.
Untuk menuju pulau ini, wisatawan bisa menggunakan transportasi perahu mesin melalui TPI Lempasing atau Pantai Puri Gading. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih 10-15 menit.
Pulau kecil seluas 5 hektar ini bisa terlihat jelas dari pesisir pantai Kota Bandar Lampung, karena jaraknya yang sangat dekat.
Menurut cerita, pulau ini dinamakan Pulau Kubur karena sering dijadikan tempat upacara pembuangan abu jenazah yang dikremasi ke laut.

Karena kaya akan biota lautnya, pulau ini banyak dihuni para nelayan. Mereka membangun pulau yang tadinya kosong ini dengan hunian yang tidak jauh dari pesisir pantai. Di balik pemukiman tumbuh pepohonan yang menutupi perbukitan di baliknya.
Di Pantai Kubur ini banyak terdapat ikan dan kerang, tapi tak sedikit juga masyarakat yang berburu bulu bali di tempat ini. Saat air surut, biasanya ratusan kerang tampak berkeliaran di pinggir pantai dan mudah untuk ditangkap.


Tertarik memancing?

AirAsia Travel Fair Digelar di Tiga Kota


AirAsia Indonesia menyelenggarakan AirAsia Travel Fair (AATF) untuk tahun kedua dengan konsep roadshow, di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
AATF di Jakarta akan diadakan pada 20-24 April 2011 di Mal Kelapa Gading 3. Kemudian pada bulan berikutnya, 5 sampai 8 Mei 2011, AATF akan diadakan di Mal Paris Van Java, Bandung. Perhelatan AATF akan berakhir di kota Surabaya, 2 sampai 5 Juni 2011, bertempat di Tunjungan Plaza 3.   
”Kesuksesan Travel Fair kami di tahun 2010 membuat kami optimis untuk mengadakannya kembali di tahun 2011. Kali ini tidak hanya di Jakarta dan Surabaya, AATF juga akan diadakan di Kota Kembang, Bandung. Kami yakin akan mendapatkan respon yang baik di kota tersebut,” kata Dharmadi, Presiden Direktur AirAsia Indonesia, seperti rilis yang diterima Okezone, Rabu, (20/4/2011).
Dharmadi mengatakan, Jumlah pengunjung AATF tahun lalu, khususnya yang diadakan di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, mencapai hampir 30.000 orang. Sedangkan jumlah pengunjung AATF yang diadakan di Atrium Supermal Pakuwon Indah, Surabaya, mencapai hampir 15.000 orang.

Hal senada ditambahkan Direktur Pemasaran dan Distribusi AirAsia Indonesia Widijastoro Nugroho, sekali lagi, sebagai langkah mendekatkan diri kepada pelanggan dan calon pelanggan, kami mengadakan Travel Fair yang pastinya akan memberikan banyak keuntungan untuk mereka yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai rute yang dilayani oleh AirAsia dan AirAsiaX.
"Para pelanggan dan calon pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang mengunjungi AATF akan berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik dengan mengikuti kuis dan games yang diadakan khusus selama AATF berlangsung. Selain itu, hiburan seperti penampilan band," jelasnya.
Dan bagi mereka yang melakukan transaksi menggunakan kartu kredit AirAsia HSBC akan mendapatkan beberapa keuntungan.
Hadiah utama yang disiapkan oleh AirAsia untuk para pemenang Lucky Dip adalah tiket pulang pergi Jakarta (CGK) – Paris (Orly), Jakarta (CGK) – Seoul (ICN), Jakarta (CGK) – Christchurch (CHC), Jakarta (CGK) – Singapore (SIN), Jakarta (CGK) – Bangkok (BKK) dan Jakarta (CGK) – Bali (DPS).
”Yang tidak kalah penting dalam AATF tahun ini kami juga akan memberikan diskon sebesar 20% untuk setiap pembelian tiket penerbangan ke semua rute AirAsia dan AirAsiaX  dengan jadwal penerbangan mulai dari tanggal 2 Mei sampai 30 November 2011, tidak termasuk periode liburan Lebaran yaitu mulai tanggal 26 Agustus sampai 4 September 2011, dengan metode pembayaran menggunakan kartu kredit ataupun secara tunai,” tutupnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More