Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2009

Tahun Corporate Entrepreneurs

AKHIR tahun ini hotel-hotel berbintang kembali ramai dipenuhi berbagai rapat kerja. Para eksekutif kembali sibuk mempersiapkan rencana-rencana bisnis pascapemilu.
Ada yang datang dengan konsep-konsep dan rencana yang sudah dirumuskan jauh-jauh hari, tak sedikit pula yang baru memulainya. Dari berbagai interaksi dengan para eksekutif puncak, saya menemukan tiga jenis rencana yang dibuat perusahaan dengan pendekatan yang berbeda-beda. Pertama, rencana "as usual" yang berisi program-program pengulangan dari apa yang telah dilakukan pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya.

Organisasi yang membuat rencana seperti ini jelas kehilangan pemimpin,terisolasi dari dunia luar,dan cenderung bersikap spending,bukan investing. Kedua, rencana ekstrapolatif. Ini adalah rencana yang dibuat manajer- manajer profesional yang cerdas, namun mereka membuat banyak justifikasi atas keputusan-keputusan yang mereka ambil.

Berbagai data, hasil riset, serta opini-opini dan tren bisnis yang diperoleh dari para ahli dan para trend setters ditampilkan untuk menunjukkan bahwa langkah yang mereka ambil tidak nyeleneh. Karena itulah wajar mereka hanya membuat eksploitasi linear dari bisnis yang sudah berjalan. Jadi kalau perekonomian diramalkan akan tumbuh 5 persen, mereka hanya berani tumbuh antara empat-enam persen saja. Tak ada perubahan apalagi revolusi.

Rencana Revolusi

Ini adalah bentuk rencana ketiga yang disodorkan oleh orangorang yang saya sebut sebagai pemimpin. Jelas mereka bukan manajer biasa, karena manajer profesional bekerja dengan sistem dan mempertahankan sistem yang sudah ada. Pemimpin bisnis melakukan perubahan mendasar, mengubah arah atau melompat pada kurva kedua yang lebih tinggi. Break the cycle.

Pemimpin bisnis seperti ini disebut juga intrapreneur, atau corporate entrepreneur. Mereka terdiri dan visioner yang berani dan seorang risk taker yang berhitung (calculated risk taker). Jadi ia bukanlah penjudi yang gegabah dan menuruti hawa nafsunya belaka,melainkan seseorang yang mampu melihat jauh ke depan, berhitung, namun gagah berani menghadapi semua kesulitan yang akan muncul.

Lo, bukankah entrepreneurs itu pemilik perusahaan? Benar, namun di era yang penuh dengan perubahan, sangat berbahaya memisahkan, apalagi mengisolasi, entrepreneur dengan employee (karyawan) atau manager. Bagi Indonesia yang pasarnya terbentang luas, potensi sumber dayanya sangat beragam dan besar - namun pasarnya sangat terbuka dan lingkungannya chaotic (unpredictable) - maka membiarkan perusahaan dipimpin oleh karyawan biasa, atau profesional manajer yang gemar memelihara tradisi,akan sangat berbahaya.

Menciptakan Pejuang Pembebasan

Mengapa berbahaya? Karena potensi yang sangat besar dan lingkungan yang chaotic ini tidak bisa dikelola secara biasa-biasa saja.Potensi yang besar akan selalu mengundang pemain-pemain baru, baik pendatang dengan usaha yang sejenis (direct competitor), maupun produk-produk alternatif sebagai pengganti keberadaan Anda (subtitusi).

Apalagi Indonesia saat ini dipandang sebagai pasar yang menarik di Asia setelah China dan India. Keikutsertaannya dalam forum G-20 telah menarik perhatian. Selanjutnya, lingkungan yang chaotic sangat rawan bila diserahkan kepada eksekutif-eksekutif yang menghendaki ketenangan. Mereka hanya memelihara tradisi untuk mengamankan posisi. Mereka juga berhitung, tetapi miskin keberanian, apalagi untuk memimpin "pemberontakan" meraih keberhasilan.

Dalam banyak hal, lingkungan yang chaotic membutuhkan pejuang-pejuang pembebasan yang mampu melakukan revolusi usaha. Pejuang-pejuang pembebasan ini melihat perusahaan atau institusi yang dipimpinnya telah disandera sekelompok elite yang sarat kepentingan pribadi dan berkacamata sempit.

Sue Birley dan Daniel Muzyka, peneliti kewirausahaan,menyebut pejuang pembebasan itu sebagai pemberontak-pemberontak kreatif. Dari tangan para pejuang pembebasan itu perusahaan menemukan masa depan baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Itulah yang membawa pembuat chipsterkemuka, Intel, beralih dari microprocessorke memory chips dan menjadikan pembuat sepatu bot Nokia, beralih sebagai produsen ponsel yang fashionable.

Perusahaan-perusahaan, bahkan lembaga pemerintahan, jelas merupakan bentuk-bentuk rencana revolusioner yang dipikirkan pejuang-pejuang pembebasan. Pejuang-pejuang itu harus dibentuk, ditanam,dan disiapkan sejak mereka berusia muda. Mereka sudah diperkenalkan basic management, sampai risk management.

Kini saatnya menjadikan anakanak muda sebagai intrapreneur yang tajam mengendus peluang, action oriented, berwawasan kebebasan, dan berjiwa kreatif. Indonesia di tahun-tahun mendatang adalah Indonesia yang dikenal dengan perusahaan-perusahaan yang sehat, dengan motor entrepreneur-entrepreneur modern.

Inilah saatnya menutup cara-cara membuat rencana yang bersifat tradisional dan ekstrapolatif. Cobalah masuki alam berpikir baru dengan berpikir besar (think big), paradoksal, dan kreatif. Banyak keajaiban yang akan Anda lihat di akhir 2010. Selamat membuat rencana perubahan.

Kesempatan Emas Ada di Mana-Mana

PELUANG emas dalam karier bisa muncul dari mana saja. Anda hanya perlu menajamkan insting dan pandai membaca situasi untuk bisa menemukannya. Namun bagaimana caranya?
Anda mungkin pernah bertemu seseorang yang pandai memanfaatkan segala peluang atau kesempatan untuk mengembangkan kariernya. Dalam setiap pertemuan atau perbincangan dengan seseorang, pasti selalu bisa menghasilkan sesuatu yang positif bagi kariernya. Sebenarnya, Anda pun bisa melakukan hal yang sama. Namun, tentu saja ada beberapa hal dasar yang harus Anda lakukan. Pertama, Anda harus yakin dengan diri Anda sendiri bahwa apa yang Anda inginkan pasti bisa Anda lakukan. Rasa takut atau keraguan mungkin saja muncul dan menyurutkan obsesi Anda,namun justru itulah saatnya Anda bangkit dan keluar dari zona aman Anda.

Jika Anda masih tak berani keluar dari zona aman tersebut, kesempatan emas yang bertebaran di depan Anda bisa saja lewat dengan sia-sia. Nah, agar kesempatan tersebut tidak hilang dan menjadi sia-sia, Kimberly Wiefling, konsultan manajemen dan business leadership dari Wiefling Consulting,menyatakan bahwa satu-satunya jalan ialah dengan jangan pernah berpikir dan melakukan suatu hal dengan cara yang sama. Lebih lanjut, Kimberly memberi panduan, ada lima cara yang bisa ditempuh untuk membuka peluang dan berbagai kesempatan yang bisa memperbaiki kualitas hidup dan kerja ini,seperti dikutip dari womensmedia.com.

1. Memperbaiki kemampuan mendengarkan

Komunikasi sering kali dilakukan dengan tidak efektif. Kebanyakan orang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.Padahal, mendengarkan atau menjadi pendengar yang baik justru bisa menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

Dengan mendengarkan mengapa ada hambatan dalam sebuah pekerjaan, baik pekerjaan yang dilakukan rekan kerja maupun bawahan, mendengarkan soal ketidaksetujuan terhadap suatu hal, mendengarkan berbagai keluhan yang muncul, maka Anda bisa berkomunikasi atau memberikan jawaban yang efektif dan memuaskan bagi orang-orang yang mengeluh. Kemampuan mendengarkan juga bisa meningkatkan kualitas komunikasi dan hubungan sosial kita.Kebiasaan mendengarkan juga bisa dilakukan semudah kebiasaan berbicara. Kebiasaan mendengarkan mengacu pada menempatkan perhatian penuh pada apa yang diucapkan seseorang. Caranya, jangan dulu bertanya tentang "mengapa? atau "bagaimana?.

Pertanyaan ini justru akan menghambat percakapan atau hal inti yang ingin disampaikan seseorang. Lebih baik pahami dulu bagaimana cara berpikirnya tentang masalah yang disampaikannya,baru kemudian ditanggapi agar bisa membantunya untuk berpikir jernih. Sebagai petunjuk, Kimberly memberi panduan untuk mengatakan kalimat seperti, "ide yang bagus", "coba ceritakan lebih jauh tentang hal itu", "menarik! Apa lagi?", apa yang membuat hal itu menjadi masuk akal?? untuk memancingnya mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.

2. Kekuatan dari berpikir negatif

Barbara Sher, seorang konsultan karier,menyarankan agar mengeluarkan setiap pikiran negatif dengan mengatakannya kepada orang lain. Misalnya, Anda punya ketakutan atau keluhan tentang pekerjaan Anda, coba katakan kepada rekan kerja atau teman-teman Anda. Bilang kepada mereka bahwa Anda ingin mengeluh dan mengeluarkan pikiran negatif itu selama beberapa menit.

Mereka cukup mendengarkan saja,tanpa harus memberi komentar atau memberi solusi. Saat Anda mengkritisi sesuatu, marah-marah, atau mengeluh, Anda akan merasakan betapa pikiran negatif Anda sebenarnya tak berguna.Anda juga akan menyadari betapa lega hati Anda saat sudah melepaskan pikiran negatif tersebut.

3. Nasihat dari ahli

Masalah ada di mana-mana dan Anda mungkin tidak bisa menemukan jawabannya. Padahal, jawaban yang Anda butuhkan mungkin ada di hadapan Anda. Kimberly menyarankan agar saat Anda butuh jawaban, cobalah manfaatkan teman Anda untuk memilih sebuah profesi dan menasihati Anda dari sudut pandang profesi tersebut. Misalnya, minta teman Anda untuk menjadi seorang dokter, CEO, atau astronot. Coba tanya pendapat mereka jika menghadapi situasi yang sama dengan Anda. Cara ini menuntut Anda untuk berpikir kreatif, menghasilkan jawaban-jawaban brilian yang mungkin tak terduga sebelumnya.

4. Waspada vs Ketakutan

Apa yang menghalangi Anda untuk meraih obsesi dan cita-cita Anda? Apakah Anda waspada akan banyaknya hambatan atau takut menghadapi hambatan tersebut? Waspada adalah hal yang baik. Hal tersebut membuat Anda bersiap-siap untuk mengatasi bahaya atau hambatan, baik hambatan yang bersifat fisik, spiritual, mental, sosial,maupun apa pun.Hargai dan perhatikan rasa ?takut? tersebut.

Bersiaplah untuk mengatasinya jika hal tersebut datang. Tapi jika yang menghalangi Anda adalah sebuah ketakutan,itu berarti Anda tak melakukan apa pun untuk mengatasinya. Anda hanya mundur perlahan-lahan dan mengubur mimpi dan obsesi tersebut. Coba tanyakan kepada diri Anda sendiri,apakah hal terburuk yang mungkin terjadi? Jika sudah menemukan jawabnya, segera cari cara untuk mengatasi hal tersebut sehingga Anda sudah memiliki persiapan matang saat menghadapinya. Jadi, mulailah beraksi!

5. Komitmen

Obsesi tanpa aksi hanyalah sebuah ilusi. Selama Anda belum melakukan apa pun untuk mewujudkan obsesi tersebut, berarti hal itu masih sebatas mimpi.Aksi seperti apakah yang akan Anda lakukan untuk mewujudkannya? Yakinlah bahwa komitmen dan kepercayaan diri saja yang bisa mengantarkan Anda pada aksi yang jelas untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Cobalah buat jadwal, hal apa yang bisa Anda lakukan pada minggu ini untuk lebih dekat pada mimpi Anda tersebut. Lakukan sekarang juga. Sekali Anda berhasil melakukannya, hal tersebut akan menjadi bahan bakar yang terus memacu dan memotivasi diri Anda untuk semakin dekat dengan mimpi itu.

Apa Itu Dana Darurat?

Gempa yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) telah menyebabkan banyak korban tewas dan luka-luka, dan di antaranya ada saudara-saudara kita. Kondisi bencana alam ini tidak dapat diprediksi dan tentu tidak diinginkan oleh siapapun kita, namun faktanya selain kerugian non-materi yang tidak ternilai harganya, kerugian materi pun konon mencapai triliunan rupiah. Bagi korban, keluarga korban, dan simpatisan di luar Sumbar, inilah saatnya dana darurat dapat memainkan peranannya.
Dana darurat adalah alokasi dana yang seharusnya menjadi salah satu tujuan finansial dasar setiap orang. Gunanya terutama untuk menutupi keperluan mendesak, tetapi belum dianggarkan alias insidentil, terutama jika pencari nafkah di-PHK atau likuidasi perusahaan atau kerugian usaha.

Namun dalam perkembangannya penggunaan dana darurat juga bermanfaat untuk banyak hal yang insidentil dan darurat seperti jika tidak tercapainya target dana pendidikan saat dibutuhkan, terjadinya kelebihan biaya servis kendaraan, keperluan renovasi atap rumah yang bocor, sampai dukungan dana kemalangan karena meninggal atau dukungan perawatan medis, sandang-pangan-papan karena bencana alam yang terjadi baru-baru ini.

Dana darurat umumnya dihitung berdasarkan besaran tertentu. Menurut Klab KeluargaCerdas123, dana darurat ditentukan berdasarkan pertimbangan status pernikahan, pengeluaran rutin bulanan, dan pola pendapatan. Bagi lajang disyaratkan sampai dengan 4x pengeluaran rutin bulanan, menikah tanpa anak 6x, menikah dengan satu anak 9x, menikah dengan dua anak atau lebih 12x, pensiunan 12x, dan pekerja lepas 12x.

Adakah alokasi dana tabungan yang belum mempunyai tujuan finansial spesifik? Nah ini bisa dikonversi jadi dana darurat awal. Klabers bisa membuka rekening dana darurat berupa produk investasi yang sifatnya likuid dan lebih aman. Contoh dari produk ini adalah rekening tabungan, deposito dan reksa dana pasar uang. Jika dana darurat awal masih di bawah target ideal, Klabers perlu menghitung setoran investasi per bulan sesuai dengan target dana yang telah dihitung. Harus diingat bahwa prinsip investasi juga berlaku di sini, semakin besar jumlah setoran per bulan dan semakin sering kita menyetor maka semakin cepat dana darurat kita akan tercapai. Namun karakteristik dana darurat yang harus likuid mengakibatkan tingkat pengembaliannya tidak terlalu besar, jadi meningkatkan return bukan merupakan pilihan utama dalam kasus ini.

Tantangannya bagi Anda dan saya? Kebiasaan konsumtif ada di urutan pertama tabel tantangan setiap orang. Orang terbiasa gali dan tutup lubang dengan menggunakan kartu kredit. Ini sama dengan menyimpan bom waktu sebenarnya. Kemudian tantangan berikutnya adalah kebiasaan menunda pekerjaan. Kita bicara soal disiplin diri disini. Disiplin menyisihkan uang jika dana daruratnya masih dibawah target, sehingga perlu secara periodik berinvestasi untuk menggapai target dana darurat ideal.

Akhir kata, dalam perencanaan keuangan personal, alurnya adalah benahi dulu manajemen Anggaran Anda, beli polis asuransi jiwa untuk mereduksi risiko hilangnya arus kas pencari nafkah, kemudian bentuk dana darurat dan investasi untuk mencapainya jika di bawah target ideal. Setelah itu baru kita merambah ke investasi lainnya seperti dana pensiun, atau DP Rumah/Apartemen, atau beli kendaraan baru, atau dana pendidikan anak dan tujuan lainnya. Jadi tentukan tujuan finansialmu terlebih dahulu, tapi pastikan Dana Darurat ada di top list!

Jadi, sekarang masalahnya bukan pada datangnya hujan yang semakin tidak bisa diprediksi namun pada motivasi kita untuk menciptakan proteksi bagi orang-orang yang kita sayangi. Yuk kita buat dana darurat sekarang!


Jurus Terbebas Lilitan Kartu Kredit

Tidak terasa, kita sudah memasuki penghujung bulan Oktober. Sudah sebulan libur Lebaran terlewati dan sekarang sudah menyongsong libur Natal dan libur akhir tahun (dua bulan lagi, bersabarlah kawan-kawan). Namun dalam sukacita kita mengingat masa-masa indah liburan kemarin atau membayangkan liburan ke depan, jangan sampai kita melupakan kewajiban-kewajiban kita semua, termasuk membayar tagihan kartu kredit dari belanja kita kemarin.
Sebagian besar dari kita kemungkinan pengguna kartu kredit. Memang, selain mempermudah belanja, menggunakan kartu kredit juga dapat membantu kita secara efektif meminjam uang selama sebulan tanpa bunga, bila kita disiplin dalam membayar tagihan. Sebaliknya, bila kita tidak disiplin, beban bunga dari kartu kredit ataupun penalti dari keterlambatan pembayaran dapat 'mencekik' keuangan Anda.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kiranya Klabers bisa mencamkan sejumlah poin penting berikut:

1. Disiplin dalam penggunaan: Kartu kredit bukanlah uang ekstra. Semua pembelanjaan harus kita bayarkan bulan berikutnya apabila kita ingin tetap bebas dari beban bunga. Karena itu, gunakanlah kartu kredit untuk belanja yang sudah dianggarkan saja, yang mana kita memiliki kemampuan untuk segera melunasinya.

2. Jangan tergoda promosi: Salah satu daya tarik menggunakan kartu kredit adalah seabreg promosi yang ditawarkan. Namun demikian, jangan sampai promosi ini mendorong Anda untuk berbelanja di luar kebutuhan, berapapun besar diskon yang ditawarkan. Manfaatkan promosi untuk berbelanja sesuai kebutuhan dan anggaran.

3. Lunasi seluruh tagihan: Bunga kartu kredit adalah salah satu bunga tertinggi dalam sejarah perkreditan Anda. Bayangkan, dengan bunga 3% per bulan saja, bunga per tahun sudah sebesar 36%, belum memperhitungkan beban bunga yang berbunga lagi. Bila kita tidak membiasakan diri melunasi seluruh tagihan, kita dapat terjebak dalam ?~jeratan' bunga yang sulit untuk dilepaskan.

4. Perhatikan beban terkait kartu kredit: Ingat, penggunaan kartu kredit juga memiliki beban-beban yang sebelumnya mungkin tidak Anda sadari, misalnya, biaya materai dan biaya transfer via ATM. Sedapat mungkin minimalkan biaya-biaya ini dengan cara menggunakan satu kartu kredit saja dan dari bank dimana Anda memiliki tabungan/ATM untuk menghilangkan biaya transfer. Juga, ingatlah selalu tanggal jatuh tempo tagihan karena denda keterlambatan juga cukup lumayan (sekitar Rp75 ribu untuk kartu jenis gold). Bila Anda termasuk orang yang malas jalan ke ATM, aturlah supaya Anda dapat membayar lewat auto debit atau via internet. Juga, gunakan poin reward untuk membayar iuran tahunan kartu kredit.

5. Bila sudah terlanjur berutang, kurangi beban bunga secepatnya: Jika Anda sudah terlanjur berutang melebihi kemampuan membayar di bulan berikutnya, berkreasilah. Anda dapat mencoba mengurangi beban bunga yang timbul dengan cepat. Banyak penyedia kartu kredit yang menawarkan transfer balance dengan bunga 0% untuk beberapa bulan pertama. Manfaatkan tawaran ini, terutama apabila kondisi lainnya serupa (tanpa annual fee atau annual fee sama). Selain itu, lunasi beban pokok secepatnya, cobalah sampai batas kemampuan Anda. Jangan pernah melakukan pembayaran minimum jika tidak ingin menjadi hamba kreditur Anda.

Tidak sulit bukan? Sebenarnya tidak, bila Anda mau sedikit berdisiplin. Saya teringat anekdot yang mengatakan bahwa ?~salah satu perbedaan antara orang dewasa dan anak-anak adalah apakah dia membayar tagihan kartu kreditnya tepat waktu atau tidak, apakah jumlah keseluruhannya atau hanya cicilan minimum'. Maka itu, dewasalah dengan kartu kredit Anda! Gunakan dengan cerdas!

AQUA Tunggu Izin Go Private

PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) hingga kini belum bisa memastikan pelaksanaan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) terkait rencana go private.
Hal ini disebabkan rencana go private perseoan belum mendapat izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Saat ini kami masih menunggu keluarnya izin dari Bapepam," ujar Sekretaris Perusahaan AQUA Yanie Setionegoro di Jakarta kemarin.

Kendati demikian, menurut Yanie,perseroan optimistis rencana menjadi perusahan tertutup dapat direalisasikan tahun ini.Optimisme ini tak lepas dari harga penawaran tender (tender offer) yang cukup menarik, yaitu Rp450.000 per saham. Dia juga menampik kabar adanya pemegangsahamyangtidak bersedia melepaskan kepemilikannya pada harga tersebut.

"Respons mereka (pemegang saham publik) cukup baik,mereka ingin realisasinya bisa cepat," tukasnya. Menurut dia,pemegang saham publik mengharapkan tender offer itu cepat dituntaskan karena mereka juga sedang membutuhkan dana. Namun keinginan tersebut harus tertunda, karena pemeriksaan Bapepam-LK terhadap rencana go private AQUA belum tuntas. "Bapepam masih memeriksa dokumen-dokumen kami," kata Yanie tanpa menjelaskan dokumen yang dimaksud.

Lebih lanjut dia mengatakan, harga tender offer yang ditawarkan lebih tinggi dibanding hasil laporan penilai independen mengenai harga wajar saham AQUA. Berdasarkan hasil penilaian KJPP Ruky, Safrudin, dan Rekan, indikasi nilai wajar dari 100 persen saham AQUA dan anak usaha per 30 April 2009 sebesar Rp2,63 triliun atau Rp200.095 per saham.

Artinya, harga tender offer tersebut 124,89% di atas harga wajar berdasarkan penilaian tim independen. Selain itu, harga tender offer yang disodorkan manajemen AQUA 83,82% lebih tinggi dari harga perdagangan dalam waktu 90 hari sebelum pengumuman go private, yaitu Rp244.800 per saham. Harga tender offer juga 83,06% lebih tinggi dari harga perdagangan tertinggi saham AQUA selama dua tahun terakhir.

Sementara dibandingkan rata-rata harga perdagangan dalam setahun terakhir sebelum suspensi, harga penawaran tender 245 persen lebih tinggi. "Penawaran itu juga dilakukan setelah memperhitungkan faktor penyesuaian akibat perubahan nilai nominal sejak dua tahun terakhir sejak RUPSLB yang menyetujui delisting (penghapusan pencatatan saham), ditambah premium berupa tingkat pengembalian investasi selama dua tahun senilai Rp245.817 per saham," papar Yanie.

Manajemen AQUA berharap pernyataan efektif dari Bapepam- LK terbit pada 6 November 2009. Selanjutnya, penawaran tender dilakukan pada 11 November- 10 Desember 2009 dan tanggal pembayaran pada 22 Desember 2009. Sementara itu, perkiraan permohonan delisting kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Januari 2010. Sebelumnya, manajemen AQUA berencana menggelar RUPSLB pada 13 Oktober 2009, namun urung dilaksanakan.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, sudah tidak ada masalah dengan rencana go privateAQUA.Menurut dia, harga tender yang ditetapkan AQUA cukup tinggi.Begitu juga dengan proses delisting, selama bisa memenuhi persyaratan,tidak akan ada masalah. Pengamat pasar modal Hariyajid Ramelan menilai harga saham tender offer AQUA sebesar Rp450.000 per saham sangat menarik investor. Harga tersebut sudah lebih tinggi,dibanding harga tertinggi AQUA dalam dua tahun terakhir.

"Harga tersebut sangat menarik untuk investor publik," terangnya. Dia juga menyatakan harga tersebut juga merupakan yang tertinggi, bahkan dari rencana go private 2005. Kalaupun saat itu ada permintaan hingga Rp1 juta, itu hanya sebagian kecil investor. "Sudah selayaknya investor publik yang kepemiliannya hanya 5,65 persen melepas sahamnya. Memiliki saham yang tidak likuid juga tidak menguntungkan dan membebani indeks (IHSG),"sarannya.

Sabtu, 07 November 2009

Menteri Perdagangan APEC Bahas 3 Agenda Utama

JAKARTA - Para menteri perdagangan APEC membahas tiga agenda utama dalam pertemuan tahunan yang diselenggarakan di Singapura.

Ketiga agenda itu adalah (1) Menghadapi krisis, Bersiap untuk Pemulihan, (2) Mendukung Sistem Perdagangan Multilateral, dan (3) Mempercepat Integrasi Ekonomi Kawasan.

Di dalam agenda menghadapi krisis dan mempersiapkan pemulihan, para menteri membahas usaha-usaha untuk memfasilitasi pembiayaan perdagangan melalui jaringan kerja sama regional dan bilateral.

"Para menteri sepakat bahwa proses dialog ini harus dilanjutkan dan ditingkatkan, tidak saja untuk menanggulangi krisis dan memperlancar jalan menuju pemulihan ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan daya tahan ekonomi APEC dalam jangka panjang," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam teleconference Pertemuan Menteri Perdagangan APEC dari Singapura, di Kantor Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (21/7/2009).

Adapun sebagai salah satu upaya untuk mengatasi krisis dunia, para menteri juga sependapat untuk mengembangkan pendekatan inclusive growth yang memberikan penekanan pada restrukturisasi perekonomian dan memperkuat ketahanan sosial.

Delegasi Indonesia sendiri memberikan penekanan khusus untuk hal tersebut melalui program pengembangan kapasitas utama bagi UKM, masyarakat miskin, dan pekerja.

"APEC harus memberikan perhatian pada program pengembangan kapasitas yang menyentuh UKM dan lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ungkapnya.

Adapun isu hangat lain yang dibahas adalah isu proteksionisme yang cenderung meningkat sejalan dengan meluasnya dampak krisis perekonomian dunia di sektor riil.

Berdasarkan hasil monitoring tiga bulanan yang dilakukan WTO, ditemukan hampir semua negara anggota WTO menerapkan kebijakan yang dapat dianggap mempunyai dampak terhadap perdagangan walaupun tetap konsisten dengan aturan main WTO.

"Penerapan kebijakan anti-dumping dan subsidi yang digunakan dalam berbagai stimulus fiskal, misalnya, sesuai dengan ketentuan WTO namun dalam praktiknya semakin banyak digunakan oleh negara ekonomi maju sehingga menghambat kegiatan ekspor dari negara ekonomi berkembang," jelasnya.

Di sela-sela pertemuan, Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara yaitu Meksiko, Australia, Singapura, Taiwan, Rusia, AS, China, dan negara ASEAN lainnya, dan juga Direktur Jenderal WTO Pascal Lamy.

"Dalam pertemuan bilateral dibahas permasalahan spesifik yang sedang dihadapi, seperti kasus anti-dumping, hambatan ekpor-impor dan upaya peningkatan hubungan perdagangan dan investasi," tukasnya.

APEC Deklarasikan Komitmen Anti-Proteksionisme

SINGAPURA - Negara-negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) mendeklarasikan komitmen menentang proteksionisme yang dianggap dapat memundurkan perekonomian global.

Para menteri perdagangan APEC juga sepakan mengintensifkan upaya untuk mencapai pakta perdagangan global pada 2010.

"Jika proteksionisme tidak terkontrol, ini dapat menjadi kemunduran bagi prospek pertumbuhan kita," ujar Menteri Perdagangan Singapura Lim Hng Kiang, yang menjadi pimpinan pertemuan APEC, Rabu (22/7/2009), dalam jumpa pers usai pertemuan dua hari.

Dialnsir Reuters, para pejabat perdagangan dalam pertemuan itu juga menyampaikan optimisme yang penuh kehati-hatian mengenai proyeksi ekspor mereka.

Kemarin, anggota APEC mengkritisi kebijakan Amerika Serikat dan negara berkembang lainnya yang menerapkan proteksi perdagangan. Menteri Perdagangan Thailand Pornthivia Nakasai mengatakan, kampanye pembelian produk lokal ("buy local") yang diterapkan sejumlah negara, termasuk mitra APEC seperti AS, China, dan Rusia, telah menyebabkan ekspor dari 21 negara anggota APEC menurun drastis.

APEC Bakal Pertahankan Kebijakan Stimulus

SINGAPURA - Forum Kerja Sama Negara-negara Kawasan Asia Pasifik (APEC) berkomitmen mempertahankan kebijakan stimulus hingga dampak dari perlambatan ekonomi global bisa diredam.

Rencananya, komitmen ini akan disampaikan pada forum APEC yang berlangsung di Singapura 14-15 November mendatang.

"Kami akan mempertahankan kebijakan stimulus perekonomian kami, hingga pemulihan ekonomi betul-betul aman. Sebab pemulihan ekonomi (saat) ini belum berada pada pijakan yang kuat," catat data APEC seperti dikutip AFP di Singapura, akhir pekan ini.

Diketahui, guna meredam dampak perlambatan perekonomian global yang lebih buruk, negara-negara kawasan Asia Pasifik seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Indonesia telah menggelontorkan belanja stimulusnya. AS, misalnya, telah menggelontorkan belanja stimulus tak kurang dari USD787 miliar dan diyakini telah mendorong penciptaan lapangan kerja 650.000 hingga satu juta lapangan kerja.

Kendati begitu, paket belanja stimulus negara-negara Asia diyakini lebih besar dari belanja stimulus AS, sehingga bisa tetap menjaga kondisi perekonomian kawasan ini jauh lebih baik disbanding AS maupun Eropa. Khusus paket belanja stimulus Asia, terbesar di antaranya dialokasikan oleh China sekurangnya USD585 miliar.

SBY Hadiri Forum APEC

SINGAPURA - Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menghadiri forum Kerja Sama Negara-negara Kawasan Asia Pasifik (APEC). Forum akan berlangsung selama sepekan pada 8-15 November di Singapura.

Dalam data Forum APEC disebutkan, sejumlah pemimpin negara kawasan ini juga turut menghadiri forum tahun ini. Di antaranya seperti Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Presiden China Hu Jintao, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dan Perdana Menteri Jepang Yukio Hayotama.

Selain itu, para petinggi sejumlah lembaga keuangan dan bisnis global juga dijadwalkan hadir. Di antaranya seperti Presiden Bank Dunia Robert Zoellick, Direktur Lembaga Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn, dan Presiden Inter-American Development Bank Luis Alberto Moreno.

Sedang dari kalangan bisnis, turut menghadiri Global Chairman Pricewaterhouse Coopers International Ltd Dennis M Nally, Chairman International Chamber of Commerce and Group Chairman Li and Fung Victor Fung, Chairman HSBC Holdings plc Stephen Green.

Agenda pertemuan tahunan IMF tahun ini adalah membahas masalah krisis ekonomi global, termasuk berbagai isu perekonomian global lainnya seperti penguatan tata kelola pemerintahan, perubahan iklim, penguatan peran sovereign wealth fund. dan lembaga-lembaga multilateral lain.

APEC Bakal Pertahankan Kebijakan Stimulus

SINGAPURA - Forum Kerja Sama Negara-negara Kawasan Asia Pasifik (APEC) berkomitmen mempertahankan kebijakan stimulus hingga dampak dari perlambatan ekonomi global bisa diredam.

Rencananya, komitmen ini akan disampaikan pada forum APEC yang berlangsung di Singapura 14-15 November mendatang.

"Kami akan mempertahankan kebijakan stimulus perekonomian kami, hingga pemulihan ekonomi betul-betul aman. Sebab pemulihan ekonomi (saat) ini belum berada pada pijakan yang kuat," catat data APEC seperti dikutip AFP di Singapura, akhir pekan ini.

Diketahui, guna meredam dampak perlambatan perekonomian global yang lebih buruk, negara-negara kawasan Asia Pasifik seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Indonesia telah menggelontorkan belanja stimulusnya. AS, misalnya, telah menggelontorkan belanja stimulus tak kurang dari USD787 miliar dan diyakini telah mendorong penciptaan lapangan kerja 650.000 hingga satu juta lapangan kerja.

Kendati begitu, paket belanja stimulus negara-negara Asia diyakini lebih besar dari belanja stimulus AS, sehingga bisa tetap menjaga kondisi perekonomian kawasan ini jauh lebih baik disbanding AS maupun Eropa. Khusus paket belanja stimulus Asia, terbesar di antaranya dialokasikan oleh China sekurangnya USD585 miliar.

Kamis, 05 November 2009

IMF: Tingkat Pengangguran Belum Akan Naik Lagi

ISTANBUL - Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan tingkat pengangguran di dunia tidak akan meningkat lagi setidaknya untuk 8-12 bulan ke depan karena adanya pemulihan ekonomi.

"Itu akan mulai dari sekarang di semua negara, setidaknya untuk 8-12 bulan ke depan sebelum pada akhirnya tingkat pengangguran mulai berkurang," tukas Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn saat jumpa pers pada malam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Istanbul, seperti dikutip dari AFP, Selasa (6/10/2009).

Strauss-Kahn menambahkan, di negara-negara maju, tingkat pengangguran pada puncaknya bisa terjadi dalam 10-12 bulan ke depan. Dia pun memperingatkan, angka pengangguran ini memperlambat pemulihan ekonomi dan tidak dapat berkurang dengan sangat cepat.

"Masalah terpentingnya, kita akan menghadapinya di tahun yang akan datang. Hal tersulitnya adalah memecahkan masalah di negara-negara berpenghasilan rendah dan beberapa negara-negara berkembang daripada di negara dengan ekonomi maju," katanya.

Selain itu, Strauss-Kahn mengatakan, masalah memerangi pengangguran sendiri ada dalam pembahasan puncak dari agenda pertemuan yang dilakukan oleh Komite Pembangunan, mewakili semua anggota 186 yang berbasis di Washington IMF dan Bank Dunia. Sebagian besar keputusan ini akan mempengaruhi arah strategis Bank Dunia.

Selain itu, dia menyerukan ke para anggota untuk meningkatkan sumber dayanya ke Bank Dunia sehingga dapat membantu negara-negara berkembang dan miskin untuk mengatasi pengangguran yang semakin meningkat.

"Apa yang bisa dilakukan Bank Dunia dan yang dilakukan IMF dapat memberikan negara-negara ini suatu hal yang benar-benar penting. Itulah sebabnya pertanyaan tentang sumber daya sangat penting," katanya.

Di sisi lain, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun depan dan memperingatkan pemulihan ekonomi akan berjalan lamban di banyak negara dan lapangan kerja akan terus meningkat.

Sesuai dengan laporan World Economic Outlook, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,1 persen pada 2010, meningkat dari perkiraan Juli yang sebesar 2,5 persen. Sementara untuk ekonomi global diperkirakan akan menyusut 1,1 persen tahun ini.

IMF pun memperkirakan, pengangguran di negara ekonomi maju akan meningkat menjadi 9,3 persen pada 2010 dari 8,2 persen tahun ini. Kendati demikian, hal itu tidak akan memberikan proyeksi pengangguran untuk jenis ekonomi lainnya.

Giliran Negara Maju Tak Mau Jadi Pesakitan IMF

JAKARTA - Sudah menjadi pergunjingan dunia kalau suatu negara meminjam uang ke International Monetary Fund (IMF), maka negara itu akan menjadi negara pesakitan akibat formulanya yang kurang tepat guna.
Biasanya negara yang meminjam uang adalah negara miskin atau negara-negara berkembang. Krisis subprime mortgage saat ini justru menyeret negara maju ke jurang resesi.

Dalam pertemuan tingkat tinggi IMF di Istanbul, Turki, pekan lalu, hal itu dibahas oleh para menteri keuangan dan petinggi negara maju dan berkembang.

Terungkap, kalau para negara maju tidak ingin menjelma menjadi pesakitan layaknya negara berkembang yang kerap menjadi bahan pergunjingan akibat utang dari IMF.

"Kita dulu menjadi bulan-bulanan, ketika membutuhkan dana. Di saat krisis ini, banyak negara maju yang terpengaruh. Tetapi semua beramai-ramai meminta IMF agar berubah, agar IMF tidak datang seperti tuan besar, yang memaksa orang harus begini atau begitu. Perubahannya sendiri prosesnya masih berjalan," jelas Darmin yang merupakan Plt Gubernur BI saat ini, seusai Salat Jumat, Jumat (9/10/2009).

Sekadar mengingatkan, berdasarkan data okezone, sejak 1997, Indonesia didera krisis finansial yang bermuara di Thailand. Pada 5 November 1997, IMF menyetujui pinjaman USD10,2 miliar. Saat itu Direktur Pelaksana IMF dijabat oleh Michel Camdessus. Sementara Menko Ekuin era Soeharto tersebut, diduduki oleh Ginanjar Kartasasmita.

Michel mengklaim, "dukungan" itu akan menstabilkan perekonomian dan akan menjadi tahapan penting dalam stabilisasi pasar keuangan kawasan Asia. Namun, yang terjadi justru Indonesia menjadi negara pesakitan dan mudah "disetir" oleh IMF, yang tak lain adalah perpanjangan tangan negara maju.

Namun, Bank Indonesia (BI) atas nama Pemerintah Republik Indonesia pada 12 Oktober 2006 secara efektif telah melunasi seluruh pinjaman kepada IMF di bawah skim Extended Fund Facility (EFF). Pelunasan sebesar USD3.181.742.918 merupakan sisa pinjaman yang seharusnya jatuh tempo pada akhir 2010.

"IMF Baru" Hadapi Rintangan Besar

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menghadapi rintangan terjal dalam upaya untuk berubah menjadi "juara" dalam tatanan dunia baru.

Pertemuan tahunan IMF dengan Bank Dunia di Istanbul, Turki, pekan lalu menunjukkan adanya temuan mengenai tekanan besar yang akan menimpa negara-negara berkembang utama, seperti China dan India.

Sepekan sebelumnya, kelompok negara berkembang yang tergabung dengan negara kaya dalam G20 melakukan pertemuan puncak di Pittsburgh, Amerika Serikat, menyetujui kerangka kerja bagi pemulihan berkelanjutan dan reformasi sistem keuangan yang meningkatkan tanggung jawab IMF.

G20 menyarankan perubahan dalam pemungutan suara "sekurang-kurangnya 5 persen" dari negara dengan hak keterwakilan lebih kepada negara dengan keterwakilan yang kurang. China akan mendapat bagian terbesar.

Peningkatan peran negara berkembang menandai momen panting bagi lembaga yang berbasis di Washington yang didirikan 65 tahun lalu ini dan yang didominasi oleh Amerika Serikat dan Jepang, dua perekonomian terbesar ditambah negara-negara Eropa.

Sebelum krisis terburuk semenjak Depresi Besar melanda setahun yang lalu, IMF secara luas dilihat sebagai lembaga yang tidak relevan dan tidak efektif dan dibenci di seluruh dunia karena syarat pinjamannnya yang sulit.

Dikutip dari AFP, Minggu (11/10/2009), Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan pada pertemuan di Istanbul akan mengantarkan "IMF baru", sebuah institusi yang dilengkapi untuk membantu menciptakan dan mengantarkan ekonomi global abad ke-21 .

Tapi ketika menutup pertemuan tahunan hari Rabu, IMF masih jauh dari pemenuhan akan harapan yang tinggi.

Ada permasalahan alokasi kuota dan hak suara di antara 186 anggota yang saat ini lebih condong ke negara-negara eropa, dan sedikit suara pada negara berkembang besar seperti Brasil dan China.

Proses penting lainnya adalah untuk mengumpulkan lebih dari USD500 miliar yang dijanjikan oleh negara anggota, untuk melipat-tigakan sumber daya pinjaman IMF, dalam rangka meningkatkan kapasitas ekonomi negara-negara yang tertekan krisis.

Jerman, negara donor utama, mengatakan pada pertemuan di Istanbul bahwa kenaikan besar cadangan IMF hanya "sementara" untuk menangani krisis.

IMF Jual 200 Ton Emas ke India

WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menjual lebih dari 400 ton cadangan emasnya, di mana setengahnya dijual ke India yang merupakan negara konsumer emas terbesar di dunia.

Seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/11/2009), pengumuman dari IMF yang menjual 200 ton emas ke bank sentral India senilai USD6,7 miliar ini dilakukan untuk meningkatkan pinjaman dana di tengah krisis ekonomi global.

Penjualan emas ke India hampir setengah dari 403,3 ton emas yang dijual IMF, di mana IMF sendiri telah menargetkan untuk menjualnya di tahun-tahun mendatang ketika harga emas mendekati rekor tertingginya.

Pihak IMF pun mengatakan, transaksi ini sedang dalam proses penyelesaian. Di mana terlibat penjualan harian secara bertahap selama periode dua minggu pada 19-30 Oktober. Setiap penjualan harian ditetapkan berdasarkan harga pasar yang berlaku pada hari itu, sesuai dengan dokumen pendirian lembaga.

"Saya sangat menyambut transaksi ini dengan bank sentral India (Reserve Bank of India). Transaksi ini merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan-tujuan IMF yakni menjual program emas demi membantu menempatkan dana keuangan yang sehat untuk jangka panjang dan memungkinkan kita untuk meningkatkan pinjaman konsesional yang sangat dibutuhkan negara-negara miskin," tukas Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn, dalam pernyataannya.

Di samping itu, IMF yang saat ini mempunyai cadangan emas sebanyak 3.217 ton dan merupakan pemegang resmi logam mulia terbesar ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman. India adalah konsumen terbesar emas, mengimpor antara 700-800 ton logam setiap tahun atau 20 persen secara global.

Seorang pejabat senior IMF mengatakan, IMF beruntung bisa menjual 200 ton emas ke India, karena harga emas saat ini sekira USD1.045 per ons, dibandingkan penjualan pada April 2008 sebesar USD850 per ons.

"Tentu saja, ini hanya setengah dari penjualan yang sudah diselesaikan. Jadi kami masih ada setengah perjalanan lagi, saya berharap kami masih akan beruntung," katanya.

Selain itu, harga emas sempat mencapai harga tertingginya yakni USD1.070,80 per ons pada 14 Oktober karena melemahnya dolar dan menjadikan logam mulia ini lebih murah bagi investor daripada memegang mata uang lain. Alhasil, permintaan pun semakin meningkat. Harga emas sendiri telah meningkat lebih dari 20 persen sejak awal 2009.

Sepekan sebelum bank sentral India membeli emas, India menghabiskan hampir USD2 miliar untuk membeli emas untuk perayaan agama Hindu. Ini meningkat dibandingkan pada 2008. Adapun emas telah menjadi investasi baru di tengah ketidakpastian akan ekonomi global, di mana para investor mencari perlindungan.

Dilaporkan, penjualan emas di India naik 5,7 persen menjadi 56 ton dari tahun sebelumnya selama periode 12-19 Oktober. Bulan itu dianggap masa paling menguntungkan untuk membeli emas sesuai dengan tradisi India.

Sri Mulyani: Proyeksi IMF tentang Ekonomi RI Terlalu Rendah

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan jika angka pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF) sebesar 4,8 persen untuk tahun depan terlalu rendah.

"Angka 4,8 persen itu terlalu rendah," katanya usai menghadiri rakor di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2009).

Dia melanjutkan, jika pada tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sebesar 5,5 persen, yakni sesuai dengan yang tertera dalam APBN. Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini, dia menuturkan akan sebesar 4,3 persen. "Masih akan sesuai APBN," ucapnya.

Sedikit ketus, Menkeu juga akan mengatakan jika prediksi IMF atas Indonesia selalu salah selama ini. "IMF kan salah terus," ucapnya sambil masuk ke mobil.

Pemulihan ekonomi nasional dari dampak krisis keuangan global diyakini akan berjalan lebih cepat. Selain didukung pemulihan secara global, Indonesia pun telah terbukti lebih tahan krisis.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) bahkan menilai Indonesia akan menjadi salah satu negara yang paling cepat melakukan pemulihan ekonomi dibanding negara-negara tetangganya.

Tahun ini misalnya, IMF memproyeksikan perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh positif empat, jauh lebih baik ketimbang sejumlah negara lainnya di kawasan ASEAN yang negatif seperti Singapura dan Malaysia. Tren pertumbuhan positif itu diestimasi terus menguat pada tahun depan, yakni bisa sampai 4,8 persen, naik dari proyeksi IMF sebelumnya sebesar 4,5 persen.

"Prospeknya sangat positif. Indonesia menjadi salah satu negara terbaik dalam menghadapi krisis saat ini. Karena itu, kami perkirakan growth perekonomiannya bisa sampai 4,8 persen dengan potensi upside yang cukup terbuka," ujar Senior Resident Representative Jakarta Office IMF Milan Zavadjil pada paparan Asia-Pacific regional Economic Outlook Developments, Prospects and Risks' di Gedung IMF Jakarta. Namun, untuk itu otoritas ekonomi domestik diharapkan bisa memaksimalkan ruang pemulihan yang tersedia.

Rabu, 28 Oktober 2009

Pengertian dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Corporate Image

Acapkali Kita melihat tayangan iklan berbagai perusahaan di TV. Di abad teknologi yang semua seolah tanpa batas ini, komunikasi pemasaran sepertinya menjadi komando bagi rentetan upaya marketing perusahaan. Tujuannya tak lain adalah membangun citra perusahaan atau corporate image. Namun apa sih pengertian corporate image itu, dan apa saja komponen yang menjadi pilar-pilar bagi terbangunnya citra perusahaan?

Beberapa pakar marketing menjelaskannya sebagai berikut:

Citra perusahaan oleh Nguyen dan Leblanc diartikan sebagai : “corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization“.

Leblanc dan Nguyen menjelaskan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi citra perusahaan, yaitu : “
Corporate identity, Reputation, Service oferring, Physical environtment, and Contact personnel“

Lebih lanjut Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa terdapat dua komponen utama citra perusahaan, yaitu fungsional dan emosional, dimana komponen fungsional berkaitan dengan atribut yang dapat diukur dengan mudah, sedangkan komponen emosional berkaitan dengan dimensi psycological yang didasarkan pada pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan.

Menurut Normann dalam Kandampully, citra perusahaan dapat bersumber dari : advertising, public relation, physical image, word of mouth, dan pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Karena itu, setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok yang berbeda, seperti: konsumen, karyawan, pemegang saham, dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.

Selasa, 27 Oktober 2009

Wall Street Bakal Melemah

NEW YORK - Laju naiknya bursa Wall Street kemungkinan akan terhenti, bahkan bisa saja melemah. Pasalnya, data perekonomian yang muncul serta laporan keuangan perusahaan raksasa ExxonMobil tidak seperti yang diharapkan pasar.

Walaupun beberapa perusahaan telah berhasil mencetak keuntungan, pasar nampaknya masih pesismis memandang perekonomian AS. Investor juga masih terus menunggu tanda-tanda pemulihan ekonomi.

"Saya akan memperhatikan sektor industri, apa yang akan menghasilkan keuntungan, serta bagaimana ketahanannya menghadapi krisis ekonomi," tukas Director of Investments Hinsdale Associates di Hinsdale, Illinois, Paul Nolte seperti dikutip dari Reuters, Senin (26/10/2009).

Karena itu, jika indeks tidak melemah dan berjalan two side saja sudah bagus. Saat ini, investor masih menanti beberapa laporan keuangan perusahaan yang belum keluar, seperti perusahaan kartu kredit terbesar di dunia, Visa Inc.

Sementara itu, investor juga menanti laporan consumer confindence Oktober 2009, data harga rumah pada Agustus, data penjualan rumah per September serta data pengangguran terakhir. Tak hanya itu, data gross domestic product (GDP) kuartal III AS juga sangat dinantikan.

Selain itu, pasar juga nampaknya akan dipengaruhi oleh obligasi senilai USD123 miliar yang dikeluarkan Pemerintah AS. (ade)


Artikel Kompas: Keuntungan Ekonomi Aplikasi Komersial

Wartawan TI senior Kompas, Rene L Pattiradjawane (RLP), baru-baru ini menulis artikel mengenai Keuntungan Ekonomi Aplikasi Komersial, yang merupakan hasil dari wawancaranya dengan CEO Microsoft, Steve Ballmer (SteveB). Tentu saja, untuk menghasilkan artikel berbobot yang berimbang, RLP juga mewawancarai Menristek Kusmayanto Kadiman (KK) yang merupakan salah satu tokoh pendorong implementasi Open Source di Indonesia melalui gerakan “Indonesia, Go Open Source”.


Tanpa banyak basa-basi, SteveB langsung memberikan jawaban to-the-point mengenai Free Open Source Software (FOSS), dengan mengatakan bahwa dia tidak percaya gagasan memberikan software secara gratis bisa secara bersamaan memberikan lapangan kerja. Tentu saja, dalam konteks Indonesia, penciptaan lapangan kerja adalah salah satu hal terpenting di industri manapun, termasuk industri TI. SteveB mengakui bahwa terdapat banyak contoh aplikasi gratis, seperti Firefox. Tapi kembali ke masalah bisnis dan lapangan kerja, menurutnya, “Kalau ditanya apakah bisa menghasilkan bisnis dari situ, saya bilang tidak akan ada bisnis dari situ, karena ada orang yang mengerjakannya secara sukarela atas waktunya sendiri. Kami memilih melakukannya secara profesional bisnis.”

Tentu saja yang lebih menarik adalah hasil interview dengan Pak KK. Sebagai tokoh pendorong Open Source utama di Indonesia, menarik sekali melihat kutipan pertama dari beliau yang justru berbicara mengenai koeksistensi antara open source dan proprietary, dan menekankan pentingnya interoperabilitas, salah satu hal yang sangat sering ditekankan oleh Microsoft. Bahkan Microsoft juga memiliki inisiatif yang disebut Document Interop Initiative (DII) untuk memastikan kebebasan pertukaran data antar aplikasi. Salah satu buktinya adalah ketika Microsoft Office 2007 Service Pack 2 menambahkan dukungan native terhadap format data ODF, selain juga PDF dan XPS. Mungkin ini yang dimaksud Pak KK ketika menyebutkan masalah interoperabilitias dokumen, dan memberi contoh ODT (Open Document Text), yaitu versi ODF untuk dokumen teks.

Selain interoperabilitas di level dokumen, tentunya juga ada interoperabilitas di level platform. Microsoft sudah cukup lama menggandeng institusi open source, baik perusahaan maupun yayasan nirlaba, untuk meningkatkan interoperabilitas ini. Beberapa contoh adalah kerja sama Microsoft dengan Apache Foundation, Mozilla Foundation, Novell (untuk SuSE), Zend (untuk PHP), Eclipse, dll. Di Indonesia? Salah satu contoh nya adalah PHP Developers Day, yang diselenggarakan oleh komunitas PHP di Indonesia bersama Microsoft. Dan bbrp bulan lalu, Microsoft dan UI bekerja sama membuka Open Source Interop Lab di Fakultas Ilmu Komputer UI.

Hal lain yang juga menarik adalah ketika Pak KK menganalogikan open source seperti jam session di dunia musik yang tidak bisa diatur :-)Hal ini justru yang sering menakutkan bagi pengguna open source, terutama perusahaan-perusahaan, karena tidak ada jaminan bahwa sebuah produk open source akan terus dikembangkan di masa depan (roadmap), atau bahkan apakah akan terus ada di masa depan. Contoh mudah adalah ketika ingin menggunakan Linux untuk desktop: distro mana yang akan digunakan, dan apakah distro itu akan tetap ada bbrp tahun ke depan? Dulu kita lebih mengenal distro Red Hat (yang sekarang berbayar), kemudian SuSE (yang sekarang dibeli oleh Novell), dan sekarang yang terkenal adalah Ubuntu (dari Canonical).

Menurut saya pribadi, sebaiknya pemerintah tidak perlu terlalu fokus kepada jenis teknologi mana yang akan digunakan. Pemerintah cukup memastikan bahwa teknologi yang digunakan adalah teknologi terbaik yang dapat menjawab kebutuhan pada saat itu dan juga di masa mendatang. Kalau kebetulan teknologi tersebut berasal dari dunia open source, ya silahkan digunakan. Tapi apabila teknologi tersebut ternyata berasal dari dunia proprietary, sebaiknya pemerintah juga cukup terbuka. Bukankah yang terpenting adalah kemajuan industri TI di Indonesia?

SteveB memberikan contoh yang tepat di sini, ketika diminta membandingkan produk mana yang paling berhasil. Dengan halus dia menolak membandingkan, karena memang perbandingan seperti itu sifatnya dinamis dan tergantung kebutuhan. Toh pada kenyataannya, lebih banyak orang condong untuk memilih produk Microsoft dengan membayar dibandingkan dengan produk yang diberikan secara gratis. Dan biarlah pasar yang menetukan, mana produk yang paling cocok dengan kebutuhan mereka, sama seperti pergeseran pasar netbook dari 98% Linux tahun lalu, menjadi 89% Windows tahun ini. Tentunya, pasar lebih tahu apa kebutuhan mereka.

Popularity: 100%


Kegagalan Ekonomi dan Bangsa yang Kian Rapuh

Oleh Sigit Purnama, YOGYAKARTA — Bangsa ini harus berada di bawah payung IMF dan Bank Dunia untuk keluar dari krisis ekonomi global. Begitulah pernyataan salah seorang pejabat eselon I Departemen Keuangan dalam sebuah diskusi yang diadakan oleh Kedutaan Inggris di Jakarta beberapa waktu lalu.

Daya tarik lembaga-lembaga donor seperti IMF dan Bank Dunia tersebut betul-betul membelenggu intelektual atau ekonom Indonesia. Sampai-sampai, dalam pemahaman para ekonom neoliberal (ekonom pasar bebas) yang sekarang mengelola perekonomian, bangsa Indonesia tidak bisa hidup tanpa kehadiran IMF dan Bank Dunia. Ekonomi pasar dengan peran negara yang amat minim, akhirnya diyakini secara mentah-mentah mampu membawa kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Meskipun lebih dari 43 tahun Indonesia membangun perekonomian dengan prinsip pasar, sebenarnya bangsa ini terus-menerus berada pada terowongan gelap. Terbukti hingga kini, bangsa Indonesia tak jua menemukan cahaya kesejahteraan dan kejayaan yang dijanjikan para ekonom tersebut.

Bahkan, pascakrisis ekonomi 1998, di mana bangsa ini sangat getol menerapkan ekonomi pasar, kondisi perekonomian justru makin memburuk. Pelan tapi pasti, satu per satu sumber daya alam dan aset yang dimiliki rakyat Indonesia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa, jatuh ke tangan asing.

Ekonom-ekonom neoliberal menganggap hal ini sebagai proses biasa sebagai bagian dari globalisasi dan liberalisasi ekonomi. Kenapa pertanyaan yang sama tidak mereka ajukan kepada Amerika Serikat (AS) yang menjadi panutan dan suri teladan ekonom kapitalis.

Kita tidak bisa membayangkan betapa besar kemarahan rakyat AS jika perusahaan-perusaha an keuangan, seperti Citigroup, JP Morgans, dan lain-lain, karena nyaris bangkrut dibeli oleh China. Analogi yang sama juga terjadi di Indonesia, di mana pemerintah menjual murah aset bank-bank pascakrisis.

Pertarungan Kedaulatan

Ekonom Tim Indonesia Bangkit Iman Sugema menyatakan, pada kenyataannya ekonomi pasar yang diterapkan di Indonesia justru menghasilkan 5K, yakni kesengsaraan, kesenjangan, kemunduran, ketergantungan, dan kerentanan. Siapa pun presiden yang berkuasa bukan merupakan jawaban untuk mengatasi kesemrawutan pengelolaan ekonomi di Indonesia. Akar masalah kegagalan ekonomi bangsa ini adalah bercokolnya para ekonom pasar yang secara ugal-ugalan memfasilitasi para pemodal asing untuk menguliti bumi Indonesia dan mencabik-cabik harga diri bangsa ini.

Ekonom Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir menyatakan, apa yang terjadi saat ini bukan saja pertarungan ideologi pemikiran antara ekonomi neoliberal produk AS melawan ekonomi konstitusi produk para founding father’s, tetapi sudah berada pada pertarungan kedaulatan. Indonesia sama sekali tidak lagi berdaulat mengatur perekonomian nasional. Semua sektor vital sudah dikuasai asing secara merajalela.

Sektor energi, perbankan, air, dan telekomunikasi mayoritas telah dikuasai oleh asing. Dan para pembuat kebijakan ekonomi amat puas jika anak bangsa ini hanya dijadikan kaum pekerja. Padahal, menjadi pekerja dan bukan pemilik merupakan penghinaan besar terhadap harga diri dan potensi bangsa Indonesia.

Ekonom UI M Chatib Basri dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu menyatakan kepada para ekonom pengkritik pemerintah sebagai ekonom yang berpikiran sempit dan picik.

“Kantongi dahulu nasionalismemu”, begitu dengan lantang ia berucap. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya dosis obat bius yang telah disuntikkan berbagai text book Fakultas Ekonomi produk neoliberalisme. Tidak ada tempat lagi bagi nasionalisme dan kedaulatan ekonomi di tengah terang benderangnya arus globalisasi. Begitulah keyakinan para ekonom yang saat ini mengelola perekonomian bangsa.

Salah Kaprah

Ichsanudin Noorsy selaku pengusung ekonomi konstitusi atau ekonomi yang mendasarkan pada warisan para pendiri negara, yakin bahwa ekonomi pasar bebas merupakan jawaban kegagalan pembangunan ekonomi Indonesia. Pemikiran bahwa nasionalisme dan kedaulatan ekonomi sudah usang merupakan penilaian salah kaprah. Saat ini krisis ekonomi global telah membuat lembaga-lembaga keuangan di AS dan negara-negara maju lain menjadi oleng, dan pemerintahan di negara-negara tersebut berjuang habis-habisan demi semangat nasionalisme.

Barrack Obama dengan lantang membuat kebijakan-kebijakan ekonomi yang melindungi kepentingan nasional, meski harus menabrak prinsip-prinsip pasar bebas sekalipun. Hal ini terlihat dari slogan-slogan agar membeli produk AS, menyelamatkan sektor-sektor perekonomian strategis dari kebangkrutan, dan kebijakan proteksi lainnya.

Namun di sisi lain, hal itu sama sekali tidak menggugah sedikit pun hati para ekonom yang mengelola perekonomian Indonesia. Mereka tetap dengan gagah berani ingin memperkuat pasar bebas di Indonesia melalui payung IMF dan Bank Dunia.

Soekarno, salah satu founding father’s bangsa kita sejak awal telah mewanti-wanti generasi penerus untuk tidak menjadikan bangsa ini sebagai bangsa kuli, atau membiarkan orang Indonesia menjadi kuli di antara para bangsa. Soekarno paham betul bahwa permasalahan terbesar bangsa ini bukan saja karena penjajahan langsung oleh bangsa lain, namun penjajahan bangsa lain dengan menjadikan elite-elite pribumi terdidik sebagai perpanjangan tangannya di negeri ini. Duh nasib..bangsaku. Sampai kapan bangsa ini terus begini?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More