Rabu, 27 April 2011

Hongkong Disneyland Beri Keajaiban Saat Liburan Sekolah


Hong Kong Disneyland Resort, yang merayakan ulang tahun kelima dengan tema ‘Celebration in the Air’, akan memberikan atraksi-atraksi yang penuh keajaiban dan menjadikan pengalaman anda tidak terlupakan di tengah liburan sekolah.
Keajaiban dari Hong kong Disneyland Resort terletak tidak jauh dari kota Hongkong. Sebuah kota di Asia yang dihiasi oleh seluruh keragaman di dunia.
Director of Marketing Hong kong Disneyland resort, Vincent Wong, mengatakan didukung 5.000 staff, Hongkong Disneyland Resort siap menyambut para tamu dari seluruh belahan dunia dengan pengalaman yang penuh keajaiban. Untuk menambah kemeriahaan, tahun ini The Resort tidak hanya akan berbalut tema Celebration in the Air, tetapi juga membuat mimpi untuk terbang menjadi kenyataan. Sebuah keunikan berwisata di Hongkong yang tidak boleh terlewatkan.
“Bersama dengan Tinker Bell, karakter Disney yang baru saja memulai debutnya di Hong kong Disneyland, Sorcercer Mickey akan menaburkan debu-debu ajaib keseluruh area Resort. Para pengunjungt akan dibuat terkesima oleh Flights of Fantasy Parade, sebuah parade yang diadakan setiap harinya dan membuat setiap pengunjung di main street USA terpukau dengan atraksi di ketinggian 40 kaki di udara. Dengan mempersembahkan 24 karakter-karakter Disney tercinta dan lebih dari 100 staff. Parade interaktif baru ini merupakan parade eksklusif dan pertama di hongkong Disneyland. Selain itu, Tinker Bell castle yang bertaburan debu-debu ajaib dibawah sinar matahari dan dikelilingi oleh sinar keajaiban ketika senja tiba, akan semakin menambah kehangatan liburan sekolah,” kata Vincent Wong seperti rilis yang diterima Okezone, Senin, (25/4/2011).
Pada  bulan juni sampai agustus, atraksi-atraksi Disney akan memberikan kejutan di musim liburan ini. dan untuk menambah kemeriahan dari ulang tahun ke 5 Hong kong Disneyland Resort mengadakan program-program yang sesuai dengan lima tema diselenggarakan tahun ini, seperti Halloween, Natal, dan Hari raya Imlek.

Dengan memahami beraneka ragam keinginan yang datang dari pasar regional, Hongkong Disneyland resort terus berupaya untuk berkembang. Indonesia adalah salah satu pasar penting dengan pertumbuhan yang cukup pesat bagi Hong kong Disneyland.

“Dalam setahun terakhir, kami mencatat kenaikan ganda dalam jumlah pengunjung dari Indonesia dan dalam lima tahun terakhir, liburan sekolah dan liburan hari raya menjadi puncak bagi pengunjung-pengunjung dari Indonesia. Untuk itu, Hong kong Disneyland berterima kasih atas dukungan anda dan kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan dan keranmahan kelas dunia bagi setiap pengunjung,” jelasnya.

Vincent menambahkan, The golden mickeys, space mountain, buzz lightyear astro blasters, mickey’s phillmargic and the many adventure of Winnie the pooh menjadi lima atraksi terfavorit bagi pengunjung dari Indonesia, yang tentunya akan semakin terhibur dengan adanya atraksi-atraksi Celebration in the Air

Keajaiban ini akan semakin mudah dinikmati dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang setiap harinya menawarkan dua kali penerbangan antara Jakarta dan Hong kong, selain itu di bulan Juni, Garuda Indonesia akan menambah rute penerbangan antara Hong kong dan Bali.

“Garuda Indonesia memahami kebutuhan pengunjunguntuk ke Hong kong, sehingga kami sangat senang untuk memberikan penawaran istimewaini. Pada tahun 2010, Garuda masuk dalam Skyteam Airlines Alliance in 2010 dan untuk itu, kami dengan bangga memberikan pelayanan yang lebih baik dan menawarkan keramahan khas Indonesia untuk setiap penumpang,” kata Riza Perdana Kusuma, General Manager (Hong kong).

Shanghai The Bund, Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi


SHANGHAI merupakan kota metropolitan terbesar di negeri Panda, China. Kota ini juga terkenal dengan banyaknya orang asing (ekspatriat) yang menetap dan bekerja di Shanghai.
Tidak heran para ekspatriat bisa betah tinggal di sini, karena Shanghai memang menyediakan hampir semua hal yang mereka butuhkan, mulai dari tempat shopping, kafe, bar, tempat wisata, pusat bisnis & perkantoran, dll.
Selain itu, Shanghai juga terkenal dengan keindahan pemandangan kota di malam hari. Cahaya-cahaya yang dipancarkan oleh gedung-gedung tinggi yang berjejer rapi dan berdiri kokoh di seluruh penjuru kota Shanghai, telah membuat kota ini menjadi lebih hidup di malam hari. Dan hampir di semua tempat wisata yang pernah saya kunjungi, akan menjadi sangat cantik di malam hari.
Sebut saja, The Bund, sebuah tempat wisata yang paling ramai dikunjungi, baik oleh para wisatawan maupun penduduk lokal Shanghai. The Bund (?-?,orang China menyebutnya “Wai Than”) terletak di pusat kota Shanghai, di Distrik Huangpu.
Biasanya, nama “The Bund” mengacu ke pusat area yang dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah yang berhadapan dengan dermaga di sepanjang tepi Sungai HuangPu. Sungai yang membelah kota Shanghai ini juga memberikan pemandangan yang tidak kalah indah. Dari The Bund, anda bisa melihat ke arah seberang Pudong, di mana terdapat menara Shanghai yang paling terkenal di dunia, yaitu Shanghai Oriental Pearl Tower dan gedung tertinggi di Shanghai yang mempunyai 100 lantai, Shanghai World Financial Centre.

Selain itu, para wisatawan juga bisa menyeberangi Sungai Huangpu ke arah Pudong melalui sebuah terowongan bawah laut, yang juga disebut sebagai “Bund Sightseeing Tunnel”. Untuk bisa melewati terowongan ini, akan dipungut biaya karcis seharga 45-55 RMB untuk satu kali jalan.

Dari sepanjang tepi sungai Huangpu di area The Bund, anda bisa melihat ke sekeliling dan mengagumi kemegahan kota Shanghai yang berhamparan gedung-gedung tinggi, entah itu apartemen, pusat perkantoran, maupun bangunan bersejarah. Kita bisa merasakan betapa besarnya kota Shanghai dengan melihat berbagai macam nama-nama perusahaan multinasional atau ribuan jendela apartemen-apartemen yang terlihat seperti ribuan kubus kecil-kecil.
Tidak heran jika The Bund menjadi tempat terfavorit di Shanghai.

Di sana, berjejer dengan indahnya 52 buah gedung bersejarah dan berarsitektur kuno, seperti Renaissance, Beaux-Arts, Gothic, Romanesque, dan Art Deco. Bahkan, disebutkan bahwa Shanghai mempunyai bangunan arsitektur beraliran Art Deco terbanyak di dunia. Selain berarsitektur kuno, bangunan-bangunan tersebut banyak yang dijadikan sebagai gedung-gedung perbankan di Shanghai, seperti HSBC, China Merchants Bank, Bank of China, Bank of Taiwan, Russo-Chinese Bank, Russell & Co, Chartered Bank, China Bank of Communications, dll. Maka dari itu, tidak heran jika Shanghai sering disebut-sebut sebagai salah satu pusat bisnis & perbankan terbesar di dunia.

Untuk mengunjungi The Bund, anda bisa menaiki kereta bawah tanah (MRT) line 2 dan turun di East Nanjing Road. Dari situ, anda cukup dengan berjalan kaki sekitar 5-10 menit ke Jalan Nanjing (Nanjing Road). Selain itu, anda bisa juga menaiki bus dengan rute East-1 Zhongsan Road.

Belut Berkuping di Tilanga, Tana Toraja


PEMANDANGAN alam Tana Toraja dikelilingi pegunungan. Dan memang hampir semua objek wisata yang ada di Toraja terletak di daerah pegunungan. Di antaranya Tilanga yang berada tepat di bawah pegunungan kapur. Objek wisata ini kerap dikunjungi keluarga yang tinggal di sekitar maupun di luar Tana Toraja.
Daya tarik utama dari Tilanga ini adalah adanya beberapa ekor moa (belut berkuping) yang tinggal di dalam kolam alami. Moa tersebut kerap keluar dari dalam celah-celah bebatuan gamping yang mengelilingi kolam. Tapi tidak ada yang tahu letak tepatnya dimana moa itu tinggal. Moa yang satu ini, dalam bahasa Torajanya disebut dengan masapi. Ukurannya cukup besar, kira-kira tiga kali ukuran ikan arwana dewasa.
Tidak sembarang dan semua orang dapat memanggil masapi hingga keluar dari 'rumahnya'. Tapi ada seorang gadis kecil yang mampu melakukannya. Anak kecil yang tidak diketahui namanya itu, tinggal tak jauh dari kolam. Dengan hanya menjentik-jentikan jarinya ke dalam air dan berbekal sebutir telur bebek rebus, ia mampu memanggil moa-moa itu keluar.
Tana Toraja merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang paling menarik dan terkenal di Sulawesi Selatan. Selama ini orang lebih mengenal kebudayaanya yang memang menjadi andalan. Padahal masih banyak objek wisata lain yang patut dikunjungi bersama keluarga.

Gadis itu berusia sekitar 12 tahun dan memang sejak dari kecil ia diwariskan bakat mampu memanggil masapi keluar dari sarangnya. Gadis itu pun tidak mau memanggil hewan piaraannya itu keluar kecuali pengunjung yang datang memhawakannya telur bebek rebus. Tak terlihat sedikitpun ketakutan atau kengerian di wajah gadis itu saat beberapa moa besar keluar dan mendekatinya. Seolah ada huhungun emosional di antara mereka. Kadang si gadis itu mengaku merasa kasihan dengan masapi yang sudah dipanggilnya. Lantaran masapi itu tidak mendapatkan apa-apa sebagai balasannya.

Beberapa pengunjung yang datang ke Tilanga diperbolehkan memanggil masapi. Namun tak seorangpun yang berhasil membuat masapi-masapi itu muncul ke permukaan air kolam. Meskipun gagal, tapi pengunjung tak begitu kecewa. Karena suasana alam di Tilanga cukup mampu menghibur hati.

Di sekeliling kolam tumhuh pepohonan jati putih dan bambu yang membuat suasana sekitarnya semakin teduh dan sejuk. Air kolamnya pun sangat jernih sampai bebatuan di dasarnya terlihat dengan mata telanjang. Pengunjung diperbolehkan mandi dan berenang di kolamnya. Meski airnya dingin tapi justru membuat tubuh menjadi segar.

Tapi tak seorangpun yang diperkenankan menggunakan sabun dan shampoo. Ini dimaksudkan supaya kelangsungan hidup moa tetap terjaga. Pengunjung yang malas berenang, biasanya duduk-duduk di atas batu gamping di pinggir kolam sambil menikmati kesejukan udara dan air kolamnya.

Bahkan ada pengunjung yang betah berlama-lama di sana agar bisa melihat Rajanya Moa. Konon kabarnya, setiap tengah malam raja masapi berukuran paling besar muncul ke permukaan kolam untuk membersihkan dedaunan yang jatuh berguguran dari pepohonan yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu setiap pagi tiba, kolam itu selalu dalam keadaan bersih.

Cerita lain menyebutkan bahwa melihat moa di Tilanga membawa keberuntungan tersendiri. Apalagi kalau bisa melihat masapi putih dan hitam yang disebut massapi bonga. Mungkin moa yang berwarna seperti kerbau bule di Toraja ini, jumlahnya sangat sedikit dibanding jenis moa lain yang ada di sana.

Cerita ini membuat Tilanga agak berbau mistik. Namun tetap saja Tilanga tak pernah sepi pengunjung, terlebih pada akhir pekan dan liburan sekolah.

Berada di Kelurahan Sarira, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 3 km dari jalan poros Rantepao atau sekitar 15 km dari Rantepao.

Untuk masuk objek wisata ini cukup murah. Anak-anak dikenakan Rp 1.000, orang dewasa Rp 5.000 sedangkan wisatawan asing Rp 10.000 per orang. Alasan utama mengapa orang ramai berkunjung ke Tilanga karena ingin melihat moa, si penghuninya.

Selain itu karena ingin menikmati pemandangan alam indah yang terpampang mulai dari perjalanan hingga ke lokasi, yang mampu membuat siapapun enggan mengalihkan perhatian.

Kalau ingin berenang jangan lupa bawa baju ganti. Jangan khawatir, di Tilanga tersedia kamar ganti. Pengelolanya sengaja membiarkan tempat ini alami seperti apa adanya, karena memang kondisi seperti itulah yang dicari dan digemari oleh para wisatawan terutama turis asing.

Panorama Bukit & Sumber Mata Air di Curug Cilember


CURUG Cilember adalah tempat yang menarik untuk dikunjungi. Tempat wisata ini memiliki panorama bukit dengan hamparan pinus merkusi yang terdapat sumber mata air dan air terjun.
Lokasinya tak jauh dari Jakarta; berada di sebelah kiri jalan jalur Ciawi - Puncak, tepatnya di Cisarua ± 15 Km dari pintu tol Gadog (Jagorawi). Berada di kawasan hutan lindung Bogor - Puncak - Cianjur (Bopunjur) di ketinggian ± 800 mdpl. Untuk mencapai Curug Cilember dari pinggir jalan raya Ciawi-Puncak, tidak terlihat ada plang jalan yg cukup jelas, jadi harus rajin bertanya ke stan ojek di mulut jalan.
Jalan masuknya cukup sempit, melewati perumahan yang cukup rapat, berbelok-belok. Kalau anda membawa kendaraan yang cukup besar, seolah-olah kita hampir menabrak atap rumah orang.
Sepanjang jalan, hati terus bertanya, apa benar ada air terjun di belakang rumah. Setelah melalui jalan aspal mulus berliku-liku, sesekali terpaksa mundur maju saat berpapasan dgn kendaraan lawan arah, pada tanjakan terakhir yang cukup tinggi, di sebuah bukit yg masih dijaga Perhutani, di belakang sekumpulan villa-villa dengan halamannya yang luas, terdapatlah sebuah bukit yg berbeda dari sekitarnya.
Menemukan kehijauan di sini, seperti menemukan oase di tengah gurun yg terdiri kampung, vila dan kebun jagung. Sepintas hanya satu punggungan bukit saja yg masih terlihat hijau dgn tanaman pinus berdiameter cukup besar. Bukit itu bernama Hambalang.

Tetapi, setelah memasuki gerbangnya, pemandangan berubah drastis. Sekarang kita memasuki lokasinya yang asri dan tenang. Gemericik air terdengar dari sebuah pancuran bambu yang mengangguk karena kosong lalu terisi air dan seterusnya. Air jernih mengalir di sela-sela bebatuan dan tanam-tamanan yg berasal dari sebuah mata air di atas. sebuah tempat yang kita akan tuju. Jembatan gantung, taman kupu-kupu, taman air, taman anggrek, menambahkan suasana rileks yang biasanya kita dapatkan saat frekwensi kita beresonansi dengan alam sebuah harmoni yang kita sedang cari.

Plang nama di depan pintu gerbang bertuliskan kerjasama perhutani dgn desa Jogjogan. Mungkin ini adalah salah satu contoh baik, bahwa desa ikut menikmati kehadiran wisatawan dgn ikut mengelola perparkiran, kebersihan, keamanan dan bentuk pengelolaan lain. Mereka juga ikut menanam modal, warung, villa, toilet dan persewaan tenda beserta perlengkapannya.

Tempat ini strategis, lengkap dan cukup asri untuk acara reuni keluarga besar, liburan bersama anak-anak, maupun liburan teman sekolah. Melakukan kegiatan di alam dan bermalam disini cukup menyenangkan. Tak usah khawatir, disini terdapat beberapa villa mungil yg suasanya menyatu dgn alam, musholla, toilet dan kamar mandi bersih. Jadi kalau kita tidak dpt sepenuhnya meninggalkan cara hidup kota atau kalau kita membawa anggota keluarga senior atau balita, rasanya tempat ini cukup memadai jika dibandingkan dgn Taman Safari umpamanya, yg tak jauh dari sana, yg juga menawarkan hal serupa, tetapi lebih komersial.

Wanawisata Curug Cilember adalah tempat yg baik buat anak-anak untuk mulai berkenalan dengan alam, belajar hidup mandiri, belajar memasak sambil bermain, mengagumi keindahan. Dan yg paling dianggap penting buat sebagian orang kota, adalah lokasinya yang tak lebih satu jam berkendaraan dari Jakarta.

Anda juga tak perlu membawa perlengkapan apa-apa, karena tenda dan alat-alat masak pun bisa disewa. Keamanan yg biasanya selalu dikhawatirkan utk sebuah camping keluarga, tak perlu ada, krn lokasi camping ground dijaga 24 jam oleh hansip dari penduduk kampung sekitar yg memahami arti pentingnya keamanan kenyamanan anda disitu.

Tujuan utama ke Curug Cilember adalah mengunjungi tujuh Curug yg bertingkat-tingkat. Umumnya wisatawan keluarga menikmati curug ke tujuh; sebuah curug terdekat, yg hanya beberapa ratus meter dari pintu gerbang. Sedangkan wisatawan minat khusus (petualangan) bisa terus menuju ke enam curug lainnya diatas.

Ada jalan setapak dari batu menuju ke curug 5 dan curug 6, Jalan ini dipakai utk keperluan penduduk desa menyadap getah pinus. Curug paling atas (Curug dua) ditempuh dgn berjalan kaki paling tidak 1-2 jam.

Sedangkan curug satu terletak lebih ke atas lagi, dua jam dari Curug kedua. Konon sedikit orang saja yang ke sana, karena jalannya sulit dan penduduk sekitar menyebut sebagai wilayah tak bertuan. Entah benar atau tidak, kalau anda petualang sejati, mitos itu menantang untuk dibuktikan kebenarannya.

Berziarah di Makam Sunan Gunung Jati


TERKENAL memiliki wisata budaya berupa keraton, wisata ziarah, kesenian tari topeng, musik tarling, dan batik trusmi. Telusurilah kota Cirebon dan nikmati wisata masa lalu sambil menapaki sejarah, mitos, legenda, dan budayanya dari kota yang dulunya disebut dengan nama Caruban Larang.
Cirebon memiliki sejarah yang panjang dengan keberadaan tiga keratonnya. Keraton tersebut memiliki peranan penting sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Nusantara abad ke-15 Masehi yang pimpin seorang ulama ternama bernama Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir 1450 M, ada juga yang mengatakan lahir 1448 M. Ia adalah salah satu dari ulama besar di Nusantara dan termasuk salah satu dari Walisongo di Pulau Jawa. Tokoh ini dianggap ulama utama yang menyebarkan Islam di Jawa bagian barat. Sunan Gunung Jati berperan sebagai pemimpin spriritual, sufi, mubalig, ulama, bahkan sekaligus sebagai sultan pertama Kesultanan Cirebon yang semula bernama Keraton Pakungwati. Sunan Gunung Jati wafat tahun 1568 pada usia 120 tahun.
Kawasan Makam Sunan Gunung Jati terdiri dari dua kompleks makam. Yang utama ialah Kompleks Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung terdiri sekitar 500 makam, letaknya di sebelah barat Jalan Raya Cirebon-Karangampel-Indramayu. Sementara satu lagi yakni Kompleks Makam Syekh Dathul Kahfi di Gunung Jati, berada di timur jalan raya. Kompleks ini dilengkapi tempat pedagang kaki lima, alun-alun, lapangan parkir, dan fasilitas umum lainnya.

Selain makam Sunan Gunung Jati, sekitarnya terdapat makam ibu Sunan Gunung Jati yaitu Nyi Rara Santang yang datang ke Cirebon sekitar tahun 1475. Selain itu ada pula makam paman Sunan Gunung Jati, yaitu Kian Santang (Pangeran Cakrabuwana) yang menyerahkan kekuasaan Caruban Larang kepada Sunan Gunung Jati pada 1479. Ada juga makam Fatahillah atau Tubagus Pasai, panglima Demak yang membantu Cirebon saat mengalahkan Padjadjaran dan Portugis.

Di komplek ini ada pula makam istri Sunan Gunung Jati yaitu Putri Ong Tien Nio yang berasal dari China. Puteri Ong Tien Nio (Nyi Ratu Rara Semanding) adalah puteri Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming. Hubungan pernikahan antara Sunan Gunung Jati dan Puteri Ong Tien ini telah berpengaruh pada hubungan bilateral Cina dan Cirebon. Selain itu melahirkan akulturasi kebudayaan yang memikat. Temukan akulturasi dua budaya ini pada interior bangunan keraton serta makam Sunan Gunung Jati yaitu berupa hiasan piring porselen indah dari Dinasti Ming yang menempel di dindingnya.

Setu Babakan, Wisata Budaya Betawi yang Kurang Perhatian


Salah satu tempat wisata budaya Betawi di Jakarta, Setu Babakan, perlu mendapatkan perhatian. Karena, salah satu daya tarik wisata Jakarta ini tidak terurus dengan baik.
Karenanya diperlukan penataan pemukiman dan pengembangan Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan.
Demikian disampaikan Fatmawaty Malik, Koordinator Penelitian Perencanaan Daya Tarik Wisata PBB Setu Babakan, Puslitbang Pariwisata, Badan Pengembangan Sumber Daya Kemenbudpar. "Sebagai daya tarik wisata di Jakarta, Setu Babakan perlu mendapatkan perhatian, karena sebenarnya potensi wisata budaya Betawi sangat menjanjikan," ujarnya, dikutip okezone dari budpar.go.id, Rabu (27/4/2011).
Dari hasil penelitian tersebut, didapatkan hasil bahwa kawasan ini masih belum dikelola secara optimal dan kurang terawat sehingga diperlukan penataan yang serius. "Perlu ada penataan lagi, mulai dari pengelolaan pengunjung, infrastruktur pendukung, dan SDM Pariwisata," ujar Fatmawaty.
"Setu Babakan memiliki banyak kelebihan karena kearifan lokalnya sangat kuat, namun sarana dan prasarana yang ada belum memadai. Sehingga kami mengusulkan, untuk memanfaatkan lahan dan pemukiman masyarakat serta dibuat pemetaan potensi wilayah di situ," ujar Fatmawaty lagi.

Setu Babakan adalah kawasan hunian yang memiliki nuansa yang masih kuat dan murni baik dari sisi budaya, seni pertunjukan, jajanan, busana,, rutinitas keagamaan, maupun bentuk rumah Betawi. Dari perkampungan yang luasnya 289 Hektar, 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah di mana yang baru dikelola hanya 32 hektar

Cuci Otak dan Isme Radikal

AKHIR-akhir ini kita terperangah dengan berbagai kejadian di Tanah Air. Mulai teror bom buku yang sepertinya berentetan tak berujung. Kemudian berita hilangnya sejumlah pelajar dan mahasiswa yang diduga sengaja dicuci otaknya, ledakan bom di Cirebon, hingga penemuan bom di Serpong seberat 150 Kg.

Dari uraian sejumlah pengamat, masih ada dua spekulasi mengenai siapa di balik serangkaian aksi itu. Kenapa masih spekulasi, karena memang berbagai pernyataan itu masih bersifat awal dan perlu ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan.

Spekulasi pertama menyebutkan bahwa aksi teror dan cuci otak ini dilakukan oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Mereka tengah gencar untuk membangun eksistensinya kembali setelah sepanjang Orde Baru kekuatan mereka berhasil dicerai-beraikan. Indikasi keterlibatan NII di antaranya adalah, sejumlah mahasiswa yang dicuci otaknya selalu diminta sumbangan uang. Bahkan mereka pun diminta berbohong kepada orangtuanya, hanya sekadar untuk mendapatkan uang, sebagai bagian dari sumbangan itu.

Namun lagi-lagi, hingga kini aparat keamanan, belum mengamini secara jelas tentang kemungkinan keterlibatan kekuatan NII ini.

Spekulasi kedua menyebutkan bahwa di balik aksi teror dan cuci otak ini dilakukan oleh kelompok terorisme baru yang tidak berafiliasi dengan jaringan sebelumnya. Indikasinya, mereka masih sangat amatir dalam melakukan teror. Misalnya saja peledakkan bom di Cirebon, justru aksi ini mendapat kecamanan karena diledakkan di masjid. Demikian juga teror bom di Serpong dan bom buku, yang terkesan hanya mencari sensasi dan ingin "diliput" oleh media baik dalam negeri dan luar negeri.

Melihat masih samarnya siapa di balik pelaku aksi teror ini, hal yang sebenarnya bisa dijadikan benang merah adalah, masih suburnya isme radikal di tengah masyarakat. Kenapa? Karena memang ruang gerak bagi isme ini masih begitu longgar. Tak heran jika mereka pun dengan leluasa melakukan pengkaderan (lewat cuci otak) bahkan pelatihan.

Sayangnya sikap tegas dari negara melalui perangkatnya hingga kini juga belum terlihat. Sepertinya Negara masih gamang untuk menindak mereka yang tergolong memiliki isme radikal. Padahal sudah jelas, isme-isme itulah yang membuat negeri ini penuh teror.

Demikian juga dengan para tokoh agama. Mereka mengecam aksi teror dan isme radikal ini. Namun semuanya masih dalam bingkai wacana. Padahal semestinya mereka sebagai patron masyarakat, lebih berani melakukan aksi nyata untuk menentang isme ini.

Sebagai penutup, Negara dan juga tokoh agama, perlu segendang sepenarian untuk menghambat isme radikal ini. Supaya Negara tidak disebut "membiarkan" kekacauan ini langgeng. Demikian juga tokoh agama tidak disebut "membiarkan" umat berada dalam kesesatan, baik kesesatan berpikir, kesesatan keimanan, maupun kesesatan dalam perilaku.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More