Kamis, 21 April 2011

AirAsia Travel Fair Digelar di Tiga Kota


AirAsia Indonesia menyelenggarakan AirAsia Travel Fair (AATF) untuk tahun kedua dengan konsep roadshow, di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
AATF di Jakarta akan diadakan pada 20-24 April 2011 di Mal Kelapa Gading 3. Kemudian pada bulan berikutnya, 5 sampai 8 Mei 2011, AATF akan diadakan di Mal Paris Van Java, Bandung. Perhelatan AATF akan berakhir di kota Surabaya, 2 sampai 5 Juni 2011, bertempat di Tunjungan Plaza 3.   
”Kesuksesan Travel Fair kami di tahun 2010 membuat kami optimis untuk mengadakannya kembali di tahun 2011. Kali ini tidak hanya di Jakarta dan Surabaya, AATF juga akan diadakan di Kota Kembang, Bandung. Kami yakin akan mendapatkan respon yang baik di kota tersebut,” kata Dharmadi, Presiden Direktur AirAsia Indonesia, seperti rilis yang diterima Okezone, Rabu, (20/4/2011).
Dharmadi mengatakan, Jumlah pengunjung AATF tahun lalu, khususnya yang diadakan di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, mencapai hampir 30.000 orang. Sedangkan jumlah pengunjung AATF yang diadakan di Atrium Supermal Pakuwon Indah, Surabaya, mencapai hampir 15.000 orang.

Hal senada ditambahkan Direktur Pemasaran dan Distribusi AirAsia Indonesia Widijastoro Nugroho, sekali lagi, sebagai langkah mendekatkan diri kepada pelanggan dan calon pelanggan, kami mengadakan Travel Fair yang pastinya akan memberikan banyak keuntungan untuk mereka yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai rute yang dilayani oleh AirAsia dan AirAsiaX.
"Para pelanggan dan calon pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang mengunjungi AATF akan berkesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah menarik dengan mengikuti kuis dan games yang diadakan khusus selama AATF berlangsung. Selain itu, hiburan seperti penampilan band," jelasnya.
Dan bagi mereka yang melakukan transaksi menggunakan kartu kredit AirAsia HSBC akan mendapatkan beberapa keuntungan.
Hadiah utama yang disiapkan oleh AirAsia untuk para pemenang Lucky Dip adalah tiket pulang pergi Jakarta (CGK) – Paris (Orly), Jakarta (CGK) – Seoul (ICN), Jakarta (CGK) – Christchurch (CHC), Jakarta (CGK) – Singapore (SIN), Jakarta (CGK) – Bangkok (BKK) dan Jakarta (CGK) – Bali (DPS).
”Yang tidak kalah penting dalam AATF tahun ini kami juga akan memberikan diskon sebesar 20% untuk setiap pembelian tiket penerbangan ke semua rute AirAsia dan AirAsiaX  dengan jadwal penerbangan mulai dari tanggal 2 Mei sampai 30 November 2011, tidak termasuk periode liburan Lebaran yaitu mulai tanggal 26 Agustus sampai 4 September 2011, dengan metode pembayaran menggunakan kartu kredit ataupun secara tunai,” tutupnya.

Pariwisata di Negara-Negara Arab Merugi Rp37 Triliun


Kisruh politik yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah mengakibatkan kerugian pariwisata yang cukup besar, USD4,3 miliar atau Rp37 triliun.
Hal ini terjadi sejak kisruh politik terjadi di Tunisia, kemudian melebar ke Mesir, Libya, dan kini Syria, dikutip Okezone dari harian Al Riyadh, Kamis (21/4/2011).
Kepala Organisasi Pariwisata Arab, Bandar Al Faheid, mengungkapkan setiap tahun sebanyak 12 juta wisatawan asing dayang ke Mesir sebelum terjadinya huru-hara politik nasional Mesir.
Begitu juga Tunisia, sebelum huru-hara sebanyak 6 juta wisman datang ke negara tersebut. Akan tetapi, kini turis Mesir berangsur-angsur mulai kembali.
Diketahui, kisruh politik di Timur Tengah masih terus terjadi. Setelah Tunisia dan Mesir, kini kisruh masih terjadi di Yaman, Libya, dan Syria.

Kesejukan Danau Ranau di Kaki Gunung Seminung


TERLETAK di Desa Lumbok, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Danau ini banyak diminati wisatawan karena keindahan alamnya, udaranya yang segar dan alami.
Tak sedikit wisatawan yang jatuh hati melihat kehidupan masyarakatnya yang masih kental dengan budaya tradisional, sesuatu yang sangat jarang dijumpai di tengah hiruk pikuknya kota. Anda dapat menikmati panorama indah danau Ranau yang dikelilingi hamparan permadani hijau Bukit Barisan.
Menurut legenda, danau ini tercipta setelah gempa besar dan letusan vulkanik Gunung Seminung yang meniggalkan sebuah cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu lalu menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan besar itu.
Di sekeliling danau itu mulai ditumbuhi banyak tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang warga setempat menyebutnya ranau. Itulah mengapa danau ini dinamakan Danau Ranau.
Kini Gunung Seminung berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut yang menyajikan panorama alam yang sungguh indah. Di kaki Gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas.

Sepanjang perjalanan menuju Danau Ranau, Anda bisa melihat hamparan perkebunan holtikultura yang diselingi perkebunan kopi rakyat dan areal persawahan. Sebagian besar masyarakat Lampung Barat bermata pencaharian dari sektor perkebunan kopi dan hortikultura, maka tak heran holtikultura dan palawija yang ada di Propinsi Lampung disuplai dari daerah ini.
Danau Ranau masuk dalam kawasan wisata Seminung Lumbok Resort. Sebelum sampai ke kawasan wisata itu, kita melewati Bukit Johor, dari ketinggian kita dapat melihat langsung Danau Ranau secara keseluruhan. Di bukit ini Pemkab Lampung Barat sebagai pengelola kawasan wisata itu mengembangkan Wisata Dirgantara Paralayang. Bagi Anda yang menyukai Paralayang, Anda bisa berparalayang sembari menyaksikan keindahan panorama ke bawah yang menampilkan wajah tenang Danau Ranau. Bagi yang takut ketinggian pun tidak perlu khawatir, karena disana akan dipersiapkan tempat untuk sekadar duduk-duduk sambil menghirup udara yang segar terasa membersihkan paru paru.
Melihat tingginya animo wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Seminung Lumbok akhir-akhir ini, pihak pengelola senantiasa berusaha mencukupi sarana prasarana wisata yang ada. Seperti Jogging Track hingga ke air terjun terdekat, juga bagi perusahaan yang akan mengadakan kegiatan “Team Building” bagi karyawannya, pihak pengelola telah mempersiapkan fasilitas outbond lengkap dengan instruktur yang berpengalaman. Bahkan Convention Hall berkapasitas 400 orang peserta telah dipersiapkan untuk menyelenggarakan acara rapat, seminar, meeting, dll. Dengan menggabungkan antara suasana rapat sambil berlibur, tentu akan memberikan nuansa tersendiri bagi para pengambil keputusan.
Di tepi danau Ranau saat ini telah dibangun shelter untuk bersantai dan dermaga bagi wisatawan yang ingin menyewa perahu untuk berkeliling danau dan mandi air panas (hot spring) yang letaknya tidak jauh dari lokasi hotel. Kelengkapan fasilitas kamar pun tak luput dari perhatian pihak pengelola. Saat ini seluruh kamar telah dilengkapi dengan sarana standar hotel berbintang seperti tv, ac, dan kulkas. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak, tidak perlu khawatir mereka akan merasa bosan, sebab di pelataran hotel telah dipersiapkan arena bermain anak seperti komidi putar, bianglala, dll.
Dengan banyaknya obyek wisata yang berada di sekitar Kawasan Wisata Seminung Lumbok Resort tentu bisa menjadi alternatif pilihan kunjungan saat anda menginap di Hotel Seminung. Jadi bila sudah sampai ke Bandar Lampung, tujuan wajib Anda berikutnya adalah Danau Ranau. Istirahatlah sepuasnya di Seminung Lumbok Resort, karena masih banyak obyek wisata menarik lainnya yang dapat Anda kunjungi. Dijamin liburan Anda akan sangat mengesankan.
Jika ingin ke tempat ini dari bandara Radin Inten II Anda bisa langsung mencarter mobil minibus travel yang biasa mangkal di depan Bandara. Anda tinggal menyebutkan tujuan ke Seminung Lumbok Resort, Lampung Barat dan tinggal bernegosiasi.
Jika melalui jalur darat Anda langsung ke Terminal Rajabasa lalu naik bus jurusan Ranau turun di Way Tanding. Dari Pertigaan Way Tanding, naik kendaraan umum (angkot) menuju Hotel Seminung.

Wisata Favorit Kota Manado


MALALAYANG merupakan obyek wisata pantai di Kabupaten Malalayang, Sulawesi utara. Pantai ini memiliki pantai pasir hitam dan berbatu.
Pantai yang dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit dari terminal luar kota, Malalayang ini, merupakan tempat berekreasi masyarakat Manado di hari Minggu atau hari-hari libur.
Dari pantai dapat terlihat pemandangan kota Manado, khususnya lokasi bisnis Boulevard terlihat jelas. Sambil mengagumi jernihnya air laut dengan berenang di pantai, pengunjung juga bisa menikmati panorama matahari terbenam sembari mencicipi berbagai penganan daerah yang dijual di sekitar lokasi wisata, seperti pisang goreng, milu rebus, dabu-dabu roa, nasi kuning dan nasi campur.
Pantai Malalayang merupakan lokasi wisata pantai yang lengkap. Selain itu, Pantai Malalayang yang berbatasan dengan Pantai Kalasey ini, termasuk lokasi wisata yang mudah dijangkau.

Dengan menumpangi mobil angkutan kota, mikrolet, lokasi ini dapat dicapai karena berada pada jalur angkutan umum dalam dan luar kota. Dari dalam kendaraan saja, keindahan pantai dan panorama alam terlihat jelas.
Masyarakat dapat masuk lokasi tanpa membayar retribusi. Karenanya, pantai ini selalu ramai dikunjungi warga kota Manado dan kota sekitarnya.

Sisa Kejayaan Aceh Darussalam di Banda Aceh


POSISINYA yang berada di ujung barat kepulauan Indonesia telah membuat kota Banda Aceh sebagai tempat transit serta diakui sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintah.
Kerajaan Aceh Darussalam didirikan Sultan Johan Syah pada 1250 masehi mengikuti disintegrasi kerajaan Hindu-Buddha kuno seperti Indra Purba, Indra Purwa, Indra Patra, dan Indra Pura.
Ibu kota dari Kerajaan Aceh Darussalam dahulu adalah Banda Aceh Darussalam. Setelah 70 tahun pertempuran dengan Sultan Belanda kemudian berubah nama menjadi Kutaraja. Kota ini akhirnya dinyatakan Banda Aceh pada tahun 1962.
Sebagai salah satu kota tertua yang memeluk Islam, kehidupan sehari-hari di Banda Aceh saat ini masih sangat dipengaruhi oleh gaya hidup Islam.
Sebagai pintu gerbang pariwisata di pintu masuk barat Indonesia, Anda diajak untuk mempelajari kehebatan sisa era keemasan Aceh Darussalam. Sementara beberapa warisan bangunan hanyut setelah bencana tsunami tahun 2004, namun beberapa masih ada. Pusat Informasi wisata di Banda Aceh secara hati-hati mempertahankan sisa-sisa sejarah dan mereka menunjukkan bagaimana tanah megah ini tumbuh tangguh secara rohani.

Meskipun sekitar enam puluh persen infrastruktur kota hancur dan beberapa bagian kota tetap terendam, kota ini sekarang tampak baru hasil dari pembangunan setelah bencana tsunami lalu. Prasarana dan aktifitas telah kembali seperti biasa, pariwisata menjadi semakin populer. Ulee Lheue merupakan garis pantai yang menghadap ke Selat Malaka dan Samudra Pasifik di barat, yang menawarkan pemandangan matahari terbenam terbaik di negeri ini.
Kunjungi rumah penduduk dengan sebuah perahu nelayan di atapnya. Tak seorang pun ingin memindahkan kapal ini karena memiliki cerita dramatis tersendiri. Menurut cerita perahu ini menyelematkan 59 orang pada sunami 2004 lalu. Jangan lewatkan untuk mengagumi Masjid Agung Baiturrahman yang masih berdiri kokoh. Ada ratusan cerita yang luar biasa ketika Anda berkeliling di sekitar kota yang baru-baru ini dijuluki sebagai salah satu kota terbersih di negeri ini.

Air Terjun Dolo, Keindahan Wisata Air di Kediri


SELAIN terkenal dengan pabrik tahu, Kediri mempunyai obyek wisata alam yang tak kalah menariknya, yakni Air Terjun Dolo.
Tempat wisata ini terletak di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kediri, Jawa Timur. Jarak tempuh dari Kota Kediri ke arah barat, kurang lebih 25 kilometer. Meski agak jauh, tapi pemandangan di sepanjang jalan menuju lokasi terbilang sangat indah dan asri.
Perjalanan ke Wisata Air Terjun Dolo memang lumayan memakan waktu, sekitar dua jam dari Pare atau sekitar satu jam dari kota Kediri. Tetapi perjalanan itu tidak akan terasa dengan pemandangan di kanan dan kiri yang terasa sejuk karena di daerah tersebut sering turun hujan.
Mendung juga menghampiri gunung sehingga perjalanan ditutupi kabut yang lumayan tebal. Jangan lupa bawa jaket dan mantel, karena di atas gunung kadar airnya tinggi, sehingga membuat udara terasa agak dingin.
Untuk perjalanan menuju Air Terjun Dolo, kita harus berhenti di Dusun Besuki dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, karena jalan menuju ke arah Air Terjun Dolo mendaki dan tidak mungkin dilewati kendaraan. Jalanannya berupa tangga-tangga dari bebatuan yang dibuat melingkari daerah tersebut.

Letak kawasan wisata air terjun ini kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut. Sedang ketinggian air terjunnya diperkirakan mencapai 125 meter.
Begitu mendekati air terjun ini, kita langsung merasakan butiran-butiran air terjun yang sebagian terbang mengikuti angin. Suara gemuruh airnya melengkapi sensasi Air Terjun Dolo. Benar-benar suasana alam yang membuat hati kita damai.
Jika hari biasa, wisatawan yang datang tidak terlalu banyak. Tetapi jika akhir pekan dan hari libur (tanggal merah), wisatawan yang datang dapat mencapai tiga kali lipat.
Beberapa meter dari air terjun, kita dapat menemukan kebun sayur dan stroberi di sebuah pondokan yang terbuat dari bambu. Untuk wisatawan dapat membeli sayuran dan stroberi yang masih segar dan dapat memetiknya sendiri.

Nilai Sejarah Tinggi di Museum Benteng Vredeburg


Mengunjungi objek wisata di Yogyakarta tidak lengkap rasanya tanpa menyempatkan datang ke Museum Benteng Vredeburg.
Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan yakni terletak di ujung selatan Jalan Malioboro. Benteng ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi perjuangan melawan penjajah. Sebelum dikenal dengan nama Benteng Vredeburg seperti sekarang, benteng ini bernama Benteng Rustenburg.
Pada tahun 1760, atas permintaan Belanda, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah membangun sebuah benteng yang sangat sederhana berbentuk bujur sangkar di atas tanah milik Kraton.
Di setiap sudut dibangun tempat penjagaan yang disebut sebagai seleka atau bastion yang menyerupai bentuk kura-kura dengan keempat kakinya. Oleh Sultan keempat sudut tersebut diberi nama Jayawisesa (sudut barat laut), Jayapurusa (sudut timur laut), Jayaprakosaning (sudut barat daya) dan Jayaprayitna (sudut tenggara).
Kemudian di bawah pengawasan ahli ilmu bangunan dari Belanda yang bernama Ir. Frans Haak, pada tahun 1767 dimulailah pembangunan benteng menjadi lebih permanen. Setelah selesai, bangunan benteng yang telah disempurnakan tersebut diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti “Benteng Peristirahatan”.

Awal didirikannya benteng ini sebenarnya merupakan strategi dari Belanda yang berdalih demi menjaga keamanan Kraton Yogyakarta, meskipun maksud sebenarnya tidak lain adalah sebagai tempat untuk memantau pergerakan Kraton Yogyakarta itu sendiri.
Dari dalam benteng, Belanda dengan mudah dapat mengarahkan sejumlah meriamnya tepat mengenai Kraton Yogyakarta jika suatu saat terjadi pemberontakan dari Kraton, karena jarak antara benteng dengan Kraton Yogyakarta sangat dekat.
Terjadinya gempa bumi dahsyat pada tahun 1867 di Yogyakarta menyebabkan runtuhnya banyak bangunan penting di Yogyakarta, salah satunya Benteng Rustenburg. Kemudian segera dilakukan pembangunan dan pembenahan kembali seluruh bangunan yang rusak. Selesai dibangun kembali, nama Benteng Rustenburg berganti menjadi “Benteng Vredeburg” yang artinya “Benteng Perdamaian”. Nama ini diambil sebagai manifestasi hubungan antara Kasultanan Yogyakarta dan Belanda yang tidak saling menyerang pada waktu itu.
Pada tanggal 9 Agustus 1980 dengan persetujuan Sri Sultan HB IX Benteng Vredeburg dijadikan sebagai Pusat Informasi dan Pengembangan Budaya Nusantara. Pada tanggal 16 April 1985 dilakukan pemugaran untuk dijadikan museum perjuangan. Museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1987. Tanggal 23 November 1992 Benteng Vredeburg resmi menjadi museum perjuangan nasional dengan nama “Museum Benteng Vredeburg.
Karena telah difungsikan sebagai museum modern, Benteng Vredeburg memiliki koleksi lengkap meliputi koleksi bangunan, koleksi realia, koleksi foto termasuk miniatur dan replika serta koleksi lukisan. Selain itu terdapat pula empat ruang diorama sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More